Proses Evakuasi Bangkai Helikopter Jatuh di Kalsel Berlangsung Dramatis di Tengah Guyuran Hujan
Tim SAR gabungan harus bekerja keras di tengah guyuran hujan deras.
Proses evakuasi bangkai helikopter BK117 D3 milik Estindo Air yang jatuh terbakar di kawasan hutan sekitar Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mentewe, berlangsung dramatis.
Tim SAR gabungan harus bekerja keras di tengah guyuran hujan deras sejak helikopter ditemukan pada Rabu (3/9) pukul 14.45 WITA.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan seluruh Search and Rescue Unit (SRU) darat dikerahkan untuk memperkuat operasi evakuasi.
“On Scene Commander (OSC) telah mengerahkan seluruh SRU darat menuju lokasi penemuan untuk memperkuat proses evakuasi,” kata Yudhi dalam konferensi pers di Banjarbaru, Rabu malam dikutip Antara, Rabu (3/9).
Visual dari lokasi menunjukkan serpihan helikopter hangus terbakar, hanya menyisakan bagian ekor berwarna hijau dan biru. Asap masih mengepul, sementara ratusan personel SAR tampak berjibaku di medan terjal dan licin akibat hujan.
Hingga malam, satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan sudah dalam proses evakuasi. Tujuh penumpang lain masih hilang, dengan pencarian diperluas di sekitar lokasi jatuhnya helikopter.
Hilang Kontak Sejak Senin
Helikopter milik Estindo Air itu hilang kontak pada Senin (1/9) pukul 08.54 WITA saat terbang di sekitar Mentewe, Tanah Bumbu.
Pesawat membawa delapan orang, termasuk pilot, engineer, dan enam penumpang: Capt. Haryanto, Hendra, Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito, dan Iboy Irfan Rosa.
Meski cuaca buruk dan medan sulit, tim SAR menegaskan operasi penyelamatan tidak akan berhenti.
“Petugas tetap berjaga dan bekerja meski hujan deras mengguyur lokasi jatuhnya helikopter,” ujar Yudhi.
Evakuasi diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, dengan fokus utama menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya.