Viral 2 Mahasiswa UNP Tertembak Peluru Nyasar, TNI AD Turun Tangan Usut Penyebab Tembakan
TNI Angkatan Darat (AD) saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui milik siapa proyektil yang mengenai mahasiswa tersebut.
Sebuah video viral di media sosial yang menyebutkan dua mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) tertembak di depan gedung rektorat. Keduanya diduga tertembak akibat adanya peluru nyasar dari TNI, sehingga membuat korban langsung dibawah ke RS Hermina Padang.
"Dugaan peluru nyasar dari batalion atau kompi TNI yang mengenai mahasiswa UNP sore tadi. RS Hermina padang di jaga ketat TNI," tulis pada pesan berantai tersebut seperti dikutip merdeka.com, Kamis (4/6).
Terkait insiden tersebut, TNI Angkatan Darat (AD) saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui milik siapa proyektil yang mengenai mahasiswa tersebut.
"Pertama-tama TNI Angkatan Darat menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa yang mengakibatkan dua warga mengalami luka di kawasan Universitas Negeri Padang. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama bagi TNI AD dalam setiap pelaksanaan tugas dan kegiatan, termasuk kegiatan latihan yang dilaksanakan oleh satuan jajaran TNI AD," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono saat dikonfirmasi merdeka.com.
Ia menjelaskan, sejak menerima informasi kejadian tersebut, jajaran Kodam 20/Tuanku Imam Bonjol dijelaskannya langsung mengambil langkah cepat dengan memberikan perhatian terhadap penanganan korban.
Hal ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan pihak UNP, rumah sakit serta instansi terkait guna memastikan kedua korban memperoleh pelayanan medis yang optimal.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, tindakan medis telah dilakukan secara cepat dan kondisi kedua korban saat ini berada dalam keadaan stabil pasca penanganan dan operasi yang dilaksanakan oleh tim medis," jelasnya.
Donny menegaskan, untuk mengetahui sumber proyektil yang menyebabkan luka pada korban. Hingga saat ini proses investigasi masih berlangsung.
"Oleh karena itu, TNI AD mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta, data teknis dan hasil pemeriksaan lapangan diperoleh secara lengkap," tegasnya.
Dia memastikan, penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, transparan dan melibatkan unsur terkait, termasuk koordinasi dengan Polda Sumatera Barat.
Hal ini guna memastikan proses pembuktian berjalan secara komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun teknis.
"Dalam perspektif kelembagaan, TNI AD memandang bahwa setiap dugaan insiden yang berpotensi berdampak terhadap masyarakat harus ditangani secara serius," ucapnya.
Oleh karena itu, selain melakukan investigasi terhadap penyebab kejadian, pihaknya juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek prosedur keamanan latihan, kondisi sarana lapangan tembak, sistem pengamanan area, serta mekanisme mitigasi risiko juga tengah dilaksanakan.
"Sebagai bentuk kehati-hatian, penggunaan fasilitas lapangan tembak yang terkait dengan lokasi investigasi telah dihentikan sementara sampai seluruh proses pemeriksaan dan evaluasi selesai dilakukan," ujarnya.
TNI AD disebutnya memiliki komitmen kuat terhadap prinsip akuntabilitas, transparansi dan tanggungjawab institusi. Apabila hasil investigasi nantinya menunjukkan adanya kelalaian dalam penyelenggaraan kegiatan atau kelalaian personel TNI AD.
Fakta Disampaikan Terbuka
Maka institusi dipastikan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai ketentuan hukum, prosedur militer dan prinsip pertanggungjawaban yang berlaku.
"Apabila ditemukan fakta tambahan juga akan disampaikan secara terbuka kepada publik. Kami mengajak seluruh pihak untuk memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara profesional dan independen," paparnya.
Minta Masyarakat Tak Berspekulasi
Selama proses investigasi ini, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berspekulasi ataupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Karena menurutnya dapat menimbulkan kesimpangsiuran informasi serta mengganggu proses penyelidikan yang sedang berjalan.
"Pada prinsipnya, TNI AD berkomitmen penuh untuk mengungkap fakta secara objektif, memberikan perhatian terhadap korban hingga pulih sepenuhnya, serta melakukan seluruh langkah korektif yang diperlukan agar standar keselamatan dan keamanan dalam setiap kegiatan dapat terus ditingkatkan dan kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang," pungkasnya.