Polisi Selidiki Motif Penyerangan Molotov di Kampus UNM, Dua Mahasiswa Terluka Serius
Kepolisian terus menyelidiki kasus penyerangan molotov di Kampus UNM Makassar yang melukai dua mahasiswa. Insiden ini terjadi dini hari dan terekam CCTV, memicu desakan pengusutan tuntas.
Kepolisian Resor Rappocini tengah mendalami motif di balik insiden penyerangan bom molotov di area Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan. Dua mahasiswa menjadi korban luka serius akibat percikan api dari molotov tersebut pada Rabu dini hari. Pihak kepolisian berupaya keras untuk segera mengungkap pelaku dan motif di baliknya.
Peristiwa tragis ini terjadi pada 11 Maret sekitar pukul 03.22 WITA di pintu gerbang kampus. Korban berinisial MN (21) dan seorang mahasiswa lain yang juga berusia 21 tahun, kini menjalani perawatan intensif. Mereka mengalami luka bakar setelah dilempari molotov oleh orang tak dikenal (OTK) yang mengendarai sepeda motor.
Kapolsek Rappocini Komisaris Polisi (Kompol) Ismail menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung intensif. Pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi mata dan mengumpulkan berbagai bukti. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian juga menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses penyelidikan.
Kronologi dan Penyelidikan Intensif Kepolisian
Kedua korban penyerangan molotov UNM dilaporkan telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Kondisi mereka memerlukan perhatian serius akibat luka yang diderita. Penyidik dari Kepolisian Resor Rappocini terus bekerja keras mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Informasi awal menunjukkan bahwa kedua mahasiswa tersebut baru saja keluar dari gerbang kampus untuk membeli sesuatu di warung. Saat itulah, mereka berpapasan dengan sejumlah OTK yang berboncengan motor dan masuk ke dalam area kampus. Para pelaku diduga telah merencanakan aksi penyerangan ini dengan matang.
Beberapa terduga pelaku terlihat menunggu di luar kampus di Jalan Andi Pangeran Pettarani. Sementara itu, sebagian lainnya masuk ke dalam kampus dan langsung menyerang mahasiswa. Rekaman CCTV yang beredar luas memperlihatkan para pelaku melempar bom molotov ke arah korban. Setelah melakukan aksinya, mereka segera melarikan diri dari lokasi kejadian.
Desakan Mahasiswa dan Insiden Sebelumnya
Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UNM, Abdul Fathur Syam, membenarkan insiden penyerangan molotov tersebut. Ia menekankan bahwa peristiwa ini terjadi pada dini hari dan terekam jelas oleh kamera CCTV di depan gerbang kampus. Fathur Syam, yang akrab disapa Gabro, mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa rekan-rekan mahasiswanya.
Mengenai motif penyerangan, pihak mahasiswa mengaku tidak mengetahui alasan di baliknya. Organisasi kemahasiswaan Sintalaras, tempat korban bernaung, menyatakan tidak memiliki musuh atau permasalahan dengan organisasi lain. Mahasiswa UNM mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini secepat mungkin.
Insiden penyerangan molotov UNM ini bukan kali pertama Kampus UNM menjadi sasaran aksi kekerasan. Sebelumnya, pada Kamis, 5 Maret, ratusan pengemudi ojek online (ojol) juga menyerang kampus tersebut. Penyerangan ojol itu dipicu dugaan pemukulan terhadap seorang pengemudi yang terhalang akses jalannya. Mahasiswa saat itu sedang memblokir jalan untuk aksi menuntut reformasi Polri.
Akibat penyerangan massa ojol tersebut, beberapa fasilitas kampus mengalami kerusakan. Beruntung, aparat kepolisian dari Sabhara Polrestabes Makassar dan Kapolres segera tiba di lokasi. Kehadiran mereka berhasil menenangkan situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Civitas Akademika UNM terkait serangkaian kejadian ini.
Sumber: AntaraNews