Ojol Serbu UNM Makassar, Fasilitas Kampus Rusak Akibat Solidaritas
Ratusan pengemudi ojek online (ojol) menyerbu Kampus UNM Makassar dan merusak fasilitas setelah rekan mereka diduga dipukuli mahasiswa saat demonstrasi. Insiden ini memicu solidaritas kuat di kalangan ojol.
Ratusan pengemudi ojek online (ojol) melakukan penyerangan dan perusakan fasilitas di Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Kamis malam, 6 Maret 2026. Kejadian ini berlangsung di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, setelah rekan sesama ojol diduga menjadi korban pemukulan mahasiswa. Aksi solidaritas ini memicu kericuhan di lingkungan kampus.
Insiden bermula ketika seorang pengemudi ojol dihalangi dan diserang oleh oknum mahasiswa saat melintas di tengah demonstrasi. Korban yang sedang mengantar pesanan makanan, mengalami pemukulan dan perusakan sepeda motornya. Kabar pemukulan ini dengan cepat menyebar di kalangan komunitas ojol, memantik amarah dan keinginan untuk menuntut keadilan.
Solidaritas yang memuncak membuat ratusan ojol berbondong-bondong mendatangi kampus UNM, memaksa mahasiswa mundur ke dalam gedung. Mereka merangsek masuk ke area kampus dan melakukan perusakan, menyasar kaca jendela serta fasilitas lainnya di lantai dasar Gedung Pinisi, sembari mencari pelaku pemukulan.
Kronologi Insiden di Depan Kampus
Emil, salah satu pengemudi ojol yang menjadi korban, menceritakan kronologi kejadian kepada awak media di lokasi. Ia mengaku telah meminta izin kepada pendemo untuk melintas demi menyelesaikan pengantaran pesanan makanan. Namun, permintaannya ditolak dan ia justru diserang oleh oknum mahasiswa.
Selain dipukuli, motor Emil juga dirusak parah oleh oknum mahasiswa tersebut. Bahkan, adik Emil yang berada di lokasi juga diduga menjadi korban pemukulan. Emil menyebut bahwa adiknya saat ini sedang menjalani visum untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
"Motor dirusak, dihancurkan. Sementara ini baru satu diketahui (rusak), tidak tahu kalau ada motor teman-teman lain (dirusak). Adik saya juga dipukuli, ini sementara visum dan sudah ada pertanggungjawaban dari kampus," ujar Emil, menjelaskan kondisi yang dialaminya.
Solidaritas Ojol dan Penyerbuan Kampus
Kabar mengenai pemukulan Emil dan perusakan motornya menyebar luas di antara komunitas ojol menjelang waktu berbuka puasa. Informasi ini langsung memicu reaksi keras dan solidaritas yang kuat dari rekan-rekan sesama pengemudi ojol. Mereka bersepakat untuk melakukan penyerangan balik.
Ratusan ojol kemudian berdatangan ke Kampus UNM dan merangsek masuk, mengejar mahasiswa yang berlarian menyelamatkan diri. Massa ojol melempari gedung dengan batu dan merusak berbagai fasilitas kampus. Kaca jendela dan beberapa fasilitas di lantai dasar Gedung Pinisi menjadi sasaran amuk massa.
Aksi ini merupakan bentuk tuntutan keadilan dari para ojol atas perlakuan yang menimpa rekan mereka. Mereka merasa tidak terima atas tindakan kekerasan dan perusakan properti yang dilakukan oleh oknum mahasiswa. Kejadian ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan solidaritas di antara para pengemudi ojol.
Respons Kepolisian dan Jaminan Penanganan
Mendapat laporan tentang kericuhan tersebut, personel kepolisian dari Polrestabes Makassar segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas berupaya meredam aksi perusakan agar tidak meluas dan menjaga situasi tetap kondusif. Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana bahkan turun tangan langsung untuk menenangkan massa ojol.
Kombes Pol Arya Perdana memberikan jaminan bahwa pihak kepolisian akan menindaklanjuti insiden ini. "Insyaallah apa yang menjadi keinginan rekan-rekan ojol akan kami laksanakan. Kami akan memproses pelaku (pemukulan) dan memperbaiki motor yang dirusak," papar Arya di lokasi.
Ia juga menjelaskan bahwa kehadiran ratusan ojol tidak lepas dari rasa solidaritas mereka terhadap rekan yang dipukuli saat sedang bekerja. "Kejadiannya itu, ada rekan ojol berselisih paham dengan pengunjuk rasa (dihalangi lewat). Motornya juga dirusak. Karena rasa solidaritas ojol mereka kumpul menuntut keadilan," tambah Arya.
Atas insiden ini, pihak kepolisian menegaskan akan mencari pelaku pemukulan dan memprosesnya secara hukum. Selain itu, motor ojol yang dirusak akan diganti rugi agar dapat digunakan kembali untuk bekerja. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari civitas akademika Kampus UNM terkait insiden tersebut. Demonstrasi mahasiswa yang menjadi pemicu awal diketahui berkaitan dengan tuntutan reformasi total institusi kepolisian.
Sumber: AntaraNews