Batu dan Petasan Terbang di Tengah Hujan, Demo di DPRD Jabar Memanas
Massa juga tampak menaiki dinding samping gedung. Layar videotron pun jadi sasaran lemparan batu, tendangan, hingga dicoba dibakar oleh massa.
Aksi demonstrasi di Jalan Diponegoro, Bandung, tepatnya di depan Gedung DPRD Jawa Barat, memanas di tengah guyuran hujan pada Jumat (28/8). Massa melempar batu dan petasan ke arah halaman kantor legislator, memicu ketegangan antara demonstran dan aparat.
Massa juga tampak menaiki dinding samping gedung. Layar videotron pun jadi sasaran lemparan batu, tendangan, hingga dicoba dibakar oleh massa.
Menjelang pukul 15.30 WIB, massa bertambah banyak berdatangan. Tampak massa terdiri dari elemen sipil yang mayoritas driver ojek online (ojol) serta mahasiswa.
Sorakan demi sorakan terdengar mengiringi lemparan benda-benda ke gedung DPRD Jabar memecah sayup deras hujan. Tampak sejumlah dari massa menggunakan jas hujan hingga payung, meski kebanyakan berjaket seadanya.
Diketahui, aksi yang digelar ini merupakan respons atas insiden seorang driver ojol yang tewas usai terlindas kendaraan taktis (rantis) brimob di Jakarta. Salah satu massa dari ojol, mengungkapkan kecaman atas insiden itu.
"Iya saya menyayangkan dan berduka atas insiden yang terjadi kepada rekan kami di Jakarta yang terlindas mobil rantis,” ujar Fian kepada di titik aksi.
“Seharusnya, setelah insiden itu mereka enggak terus maju sampai dikejar juga,” imbuh dia.
Selain itu, ia juga mengecam soal naiknya tunjangan DPR baru-baru ini. Padahal rakyat, dia bilang, kelas pekerja seperti dia berjuang susah payah buat ongkos hidup sehari-hari.
“Iya (kecewa), soal DPR. Kenaikan tunjangan mereka yang kemarin itu,” ujarnya
Hingga menjelang pukul 16.00 WIB hujan mulai reda, dan aksi masih terus berlangsung. Massa masih berkerumun di Jalan Diponegoro, dan terpusat di depan gedung DPRD Jabar.