Situasi Terkini Demo Depan DPRD Jabar, Massa Berhamburan ke Gedung Sate Usai Ditembakkan Gas Air Mata

Tampak beberapa dari massa berjalan bergandengan, kembali menuju arah gedung DPRD Jabar.

Robby Bouceu
Oleh Robby Bouceu - Reporter
Situasi Terkini Demo Depan DPRD Jabar, Massa Berhamburan ke Gedung Sate Usai Ditembakkan Gas Air Mata
Situasi Terkini Demo Depan DPRD Jabar, Massa Berhamburan ke Gedung Sate Usai Ditembakkan Gas Air Mata (Merdeka.com)

Upaya pembubaran massa aksi di Jalan Diponegoro, Bandung, atau sekitar gedung DPRD Jabar, dilakukan kepolisian menjelang pukul 19.00 WIB, Jumat (29/8). Tembakan gas air mata dilepaskan.

Massa yang semula terpusat di depan gedung DPRD Jabar sempat lari berhamburan, di antaranya ke arah Gedung Sate, menghindari kepulan asap dari gas air mata.

“Air, air katanya,” kata beberapa di antara mereka yang terimbas gas air mata.

Massa aksi masih bertahan di depan gedung DPRD Jabar
Massa aksi masih bertahan di depan gedung DPRD Jabar merdeka.com

Namun, tak selang lama sebagian dari mereka kembali. Jalan Diponegoro arah Gedung Sate yang sempat lengang kembali ramai oleh massa. Tampak beberapa dari massa berjalan bergandengan, kembali menuju arah gedung DPRD Jabar.

Massa masih bertahan. Terdengar riuh mereka menyanyikan lagu “Halo-Halo Bandung” dan “Indonesia Tanah Air Beta” dari arah depan gerbang gedung DPRD Jabar. Aksi demonstrasi di depan kantor legistor tersebut dimulai sejak siang sekira pukul 14.00 WIB. Hingga sekarang, unjuk rasa telah berlangsung sekitar kurang lebih 8 jam.

Aksi diwarnai sejumlah tindak vandalisme, seperti perusakan videotron di DPRD Jabar, hingga dugaan pembakaran rumah aset MPR RI yang lokasinya di seberang gedung tersebut.

Massa aksi masih bertahan di depan gedung DPRD Jabar
Massa aksi masih bertahan di depan gedung DPRD Jabar merdeka.com

Diketahui, aksi yang digelar ini merupakan respons atas insiden seorang driver ojol yang tewas usai terlindas kendaraan taktis (rantis) brimob di Jakarta. Salah satu massa dari ojol, mengungkapkan kecaman atas insiden itu.

"Iya saya menyayangkan dan berduka atas insiden yang terjadi kepada rekan kami di Jakarta yang terlindas mobil rantis,” ujar Fian kepada di titik aksi.

“Seharusnya, setelah insiden itu mereka enggak terus maju sampai dikejar juga,” imbuh dia.

Selain itu, ia juga mengecam soal naiknya tunjangan DPR baru-baru ini. Padahal, Fian bilang, kelas pekerja seperti dia berjuang susah payah buat ongkos hidup sehari-hari.

Rekomendasi