Cekcok soal Pengantaran Makanan Lewat Lewat Ojek Online Berujung Dirusaknya Mobil Polisi
Kedatangan ratusan pengemudi ojol ini merupakan aksi solidaritas atas kejadian cekcok dan dugaan penganiayaan antara pengguna jasa.
Ratusan pengemudi ojek online dan pengantaran makanan online menggeruduk sebuah rumah di daerah Bantulan, Sidoarum, Godean, Kecamatan Sleman, DIY, Sabtu (5/7) dinihari.
Kedatangan ratusan pengemudi ojol ini merupakan aksi solidaritas atas kejadian cekcok dan dugaan penganiayaan antara pengguna jasa pengantaran makanan online atau pelanggan dengan pengemudi. Cekcok dan dugaan penganiayaan ini karena pelanggan kesal dengan keterlambatan pengiriman pesanan karena driver mengambil dua pesanan sekaligus atau double order.
Dalam aksi solidaritas ini sempat terjadi kericuhan. Kericuhan ini berujung pada rusaknya sebuah mobil patroli milik Polsek Godean. Mobil patroli ini sempat digulingkan oleh massa sebelum mengalami kerusakan.
Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Agha Ari Septyan menceritakan kericuhan yang terjadi dalam aksi solidaritas pengemudi ojol ini terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Perusakan ini berawal dari kedatangan para pengemudi ojol ke sebuah rumah di Bantulan, Godean.
Para pengemudi ojol ini datang untuk meminta pertanggungjawaban dari pelanggan yang diduga menganiaya pacar pengemudi ojol. Ratusan pengemudi ojol ini datang pada Sabtu (5/7) sekitar pukul 00.00 WIB.
Bergeser ke Polresta Sleman
Massa sempat bergeser ke Polresta Sleman karena mendapat kabar pelanggan yang diduga melakukan penganiayaan ini berada di sana. Di Polresta Sleman, pelanggan berinisial T ini sudah menyampaikan permintaan maafnya kepada para pengemudi ojol.
Usai proses meminta maaf ini, polisi meminta massa agar membubarkan diri. Namun massa justru kembali ke area di sekitaran rumah pelanggan berinisial T lagi.
"Yang terjadi karena ketidakpuasan dari driver Shopeefood ini akhirnya mereka melampiaskan kekesalannya dengan merusak. Termasuk di situ ada mobil polisi," kata Agha, Sabtu (5/7).
"Mobil kita sempat diseret ke jalan. Digulingkan. Terus kaca-kaca (mobil) dipukulin semua. Lampu rotator atas juga dicopot," sambung Agha.
Agha menambahkan selain merusak, adapula upaya untuk membakar mobil polisi. Saat itu massa sempat menaruh api di ban namun untungnya api tidak membakar mobil patroli.
"Dia udah naruh api di ban. Tapi gak terbakar," ungkap Agha.