Aksi Massa Ojol Ricuh, Pagar Markas Brimob Solo Ambruk
Sebelum berorasi, massa bersama anggota kepolisian Polresta Surakarta sempat melaksanakan salat gaib.
Aksi solidaritas pengemudi ojek online (ojol) pecah di Kota Solo, Jumat (29/8).
Ratusan massa berangkat dari Plaza Stadion Manahan menuju Mako Brimob Batalyon C Pelopor Solo, Jalan Adi Sucipto, yang berjarak sekitar 200 meter.
Sebelum berorasi, massa bersama anggota kepolisian Polresta Surakarta sempat melaksanakan salat gaib.
Mendoakan almarhum Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat demo di Jakarta.
Massa kemudian terkonsentrasi di pintu timur Mako Brimob. Tak lama berselang, jumlah massa kian bertambah.
Mereka merobohkan pintu masuk timur Mako Brimob dan merusak pagar sisi timur di Jalan HS Tubun. Beberapa warga sekitar ikut bergabung dengan aksi tersebut.
“Kami meminta kasus kematian rekan kami Affan Kurniawan diusut tuntas. Polisi harus transparan, dan memecat anggota Brimob yang terlibat,” ujar salah satu peserta aksi.
Meski terjadi perusakan pagar, aparat Brimob yang berjaga tidak terpancing. Mereka tetap tenang meski ada peserta aksi yang melempar gelas es dan batu.
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, bersama anggota Brimob sempat menyambut massa.
Perwakilan ojol diterima langsung oleh Kapolres dan pihak Brimob untuk berdialog. Namun, massa yang terus berdatangan tetap mencoba merangsek masuk hingga merobohkan pagar timur.
Koordinator aksi ojol se-Solo Raya, Djoko Saryanto, menegaskan bahwa aksi ini murni sebagai solidaritas bagi Affan Kurniawan.
“Kita berangkat dari solidaritas kawan-kawan karena terbunuhnya kawan kami yang ada di Jakarta, yang nyambung dengan demo di Jakarta dan kawan kami menjadi korban,” katanya.