Kepala Kepolisian Resor (Polresta) Malang Kota, Kombes Pol. Nanang Haryono, mengajak massa aksi solidaritas untuk mendoakan almarhum Affan Kurniawan. Affan adalah pengendara ojek daring (ojol) yang meninggal dunia usai terlindas kendaraan taktis Brimob. Insiden tragis tersebut terjadi saat demonstrasi di Jakarta pada Kamis (28/8).
Ajakan doa bersama ini disampaikan oleh Kombes Nanang saat menemui massa aksi solidaritas di Kota Malang, Jawa Timur. Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat malam, di tengah suasana duka dan tuntutan keadilan. Beliau berharap almarhum Affan Kurniawan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Massa aksi solidaritas untuk Affan Kurniawan telah memadati Jalan Jaksa Agung Suprapto, tepat di depan Markas Polresta Malang Kota, sejak sekitar pukul 18.30 WIB. Mereka menyuarakan berbagai tuntutan, salah satunya terkait keadilan bagi Affan Kurniawan, serta meminta terduga pelaku ditindak secara profesional.
Advertisement
Advertisement
Permohonan Maaf dan Penanganan Kasus
Kombes Pol. Nanang Haryono, bersama jajaran kepolisian setempat, menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas peristiwa yang menimpa Affan Kurniawan. Permohonan maaf ini merupakan bentuk empati dan keprihatinan mendalam dari institusi kepolisian terhadap insiden yang merenggut nyawa seorang warga. Seluruh anggota Polresta Malang Kota merasakan duka yang sama.
Selain itu, Kombes Nanang juga menegaskan bahwa peristiwa yang menyebabkan Affan meninggal dunia telah ditangani secara serius oleh Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Penanganan kasus ini dilakukan dengan prosedur yang berlaku untuk memastikan keadilan ditegakkan. Proses penyelidikan sedang berjalan.
Oknum-oknum yang diduga terlibat dalam insiden tersebut telah menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak berwenang. Bahkan, hingga Jumat malam, beberapa oknum yang teridentifikasi telah ditahan. Hal ini menunjukkan komitmen Polri dalam menindaklanjuti kasus ini secara transparan dan profesional.
Advertisement
Advertisement
Aksi Solidaritas dan Tuntutan Keadilan
Massa aksi solidaritas untuk Affan Kurniawan berkumpul dengan tujuan utama menyuarakan tuntutan keadilan. Mereka mendesak agar terduga pelaku yang menyebabkan kematian Affan ditindak secara profesional dan sesuai hukum yang berlaku. Suara-suara tuntutan ini disampaikan dengan tertib dan penuh harapan.
Jajaran Polresta Malang Kota merespons aksi ini dengan menemui langsung massa demonstran. Dialog terbuka pun dilakukan, di mana pihak kepolisian mendengarkan setiap tuntutan dan aspirasi yang disuarakan oleh para pendemo. Proses penyampaian pendapat ini berjalan kondusif, tanpa insiden berarti.
Meski demikian, situasi sempat memanas menjelang malam hari. Beberapa orang tak dikenal terlihat melakukan pelemparan botol air mineral ke arah Markas Polresta Malang Kota. Selain itu, ada juga upaya pembakaran spanduk yang terpasang di depan markas kepolisian setempat, namun berhasil diatasi.
Advertisement
Advertisement
Situasi Keamanan dan Kondusivitas Aksi
Pengamanan di gerbang depan Markas Polresta Malang Kota dijaga ketat oleh petugas gabungan. Meskipun demikian, personel yang diterjunkan tidak membawa perlengkapan pengamanan yang berlebihan, menunjukkan pendekatan persuasif. Hal ini bertujuan untuk menjaga suasana tetap kondusif dan menghindari provokasi.
Hingga pukul 21.34 WIB, mayoritas pendemo masih bertahan di lokasi aksi, menunjukkan komitmen mereka terhadap tuntutan keadilan. Skema pengamanan pun mulai ditingkatkan seiring dengan adanya beberapa insiden kecil yang dilakukan oleh pihak tak dikenal. Peningkatan pengamanan ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Polresta Malang Kota terus berupaya menjaga komunikasi yang baik dengan massa aksi. Tujuannya adalah memastikan bahwa aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan aman dan tertib. Situasi secara keseluruhan tetap terkendali, meskipun ada upaya provokasi dari elemen luar.
Advertisement
Sumber: AntaraNews