Menilik Sektor Riil dari Dekat
Menilik Sektor Riil dari Dekat Lihat Selengkapnya
Sorot
{{caption}}
CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya

{{caption}}
[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG

{{caption}}
Miris Kasus Pelecehan Anak di Bekasi, Terbongkar Usai Pengakuan Korban

{{caption}}
DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap

{{caption}}
Jemaah Haji Khusus Jalan hingga 7 Kilometer di Mina, Penempatan Maktab Disorot

{{caption}}
Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028

Topik Terkait
{{caption}}
Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan Februari 2026 di 4,75 Persen

Perry menyatakan, keputusan tersebut sejalan dengan fokus kebijakan bank sentral saat ini. Khususnya pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah.

{{caption}}
BI Cermati Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan September 2025

Kebijakan suku bunga harus dijalankan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai aspek, terutama inflasi dan stabilitas nilai tukar.

{{caption}}
Penyebab BI Rate Turun

Keputusan ini datang di saat tekanan global mulai melonggar.

{{caption}}
Terlalu Tinggi, BI Minta Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit

Suku bunga kredit perlu diturunkan untuk mendorong penyaluran kredit.

{{caption}}
Gubernur BI Ungkap Alasan Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

BI memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%.

{{caption}}
Pemerintah Andalkan Bansos Hingga Gaji ke-13 PNS untuk Dongkrak Daya Beli Masyarakat

Strategi ini menjadi respons atas kinerja ekonomi Indonesia yang tercatat tumbuh 4,87 persen (yoy) pada triwulan I-2025.

{{caption}}
Bank Indonesia Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75 Persen

Perry menjelaskan keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga prakiraan inflasi 2025 dan 2026 tetap terkendali dalam sasaran.

{{caption}}
Hadapi Gejolak Global, Gubernur Bank Indonesia Fokus Jaga Stabilisasi Kurs Rupiah

Pada bulan November 2024, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level enam persen.

{{caption}}
Ketidakpastian Ekonomi Global Justru Untungkan Indonesia, Begini Penjelasannya

Bank Indonesia melihat inflasi di Amerika Serikat mendekati inflasi jangka menengah.

{{caption}}
Ternyata Ini 5 Alasan Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Jadi 6 Persen

Perry memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunganya selama 3 bulan kedepan secara berturut-turut hingga akhir tahun.

{{caption}}
BI Ancang-Ancang Turunkan Suku Bunga

Saat ini, Bank Indonesia masih berfokus pada penguatan stabilitas nilai tukar rupiah.

{{caption}}
Demi penguatan Rupiah, Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 6,25 Persen

Melansir data Bloomberg, nilai tukar Rupiah diperjualbelikan direntang Rp16.417 per dolar AS.

{{caption}}
Pembangunan Jalan Jayapura-Wamena Dipastikan Berlanjut, Pacu Ekonomi Papua Pegunungan

Dinas PUPR Papua Pegunungan memastikan proyek Pembangunan Jalan Jayapura-Wamena terus berlanjut hingga 2026, menjadi kunci peningkatan akses transportasi dan penggerak utama ekonomi wilayah tersebut.

{{caption}}
Gubernur Khofifah Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Terjangkau di Ngawi Melalui Pasar Murah

Gubernur Khofifah Indar Parawansa memastikan Stok Bahan Pokok Aman dan terjangkau bagi masyarakat Ngawi melalui gelaran pasar murah, sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

{{caption}}
Inflasi Tahunan Mei 2026 Tembus 3,08 Persen, Emas dan Minyak Goreng Jadi Penyebab Utama

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

{{caption}}
Inflasi Mei 2026 Tembus 0,28 Persen, Didorong Mahalnya Harga Cabai dan Beras

Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau.

{{caption}}
PIHPS: Harga Pangan Nasional Terkini, Cabai Rawit Tembus Rp82 Ribu dan Telur Ayam Rp30 Ribu

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional merilis data terbaru, menunjukkan lonjakan harga pangan nasional seperti cabai rawit merah yang mencapai Rp82.450/kg dan telur ayam ras Rp30.500/kg, menarik perhatian publik.

{{caption}}
Sinyal Damai AS-Iran: Pengamat Unej Ungkap Dampak Penurunan Harga Minyak Global

Pengamat ekonomi Unej menyoroti sinyal damai AS-Iran yang berpotensi menurunkan harga minyak global, membawa angin segar namun juga tantangan bagi stabilitas ekonomi Indonesia.

{{caption}}
Rupiah Ditutup Kamis 21 Mei 2026 Lesu ke Rp17.667 per Dolar AS

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi kombinasi sentimen global.

{{caption}}
Harga Emas Turun Akibat Penguatan Dolar AS, Simak Penyebab dan Proyeksinya

Kekuatan mata uang dolar AS dan kekhawatiran mengenai inflasi yang berkepanjangan terus mendorong ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga acuan

{{caption}}
The Fed Tahan Suku Bunga, Begini Dampaknya ke Ekonomi Indonesia

Ketua Fed Jerome Powell menunjukkan pendekatan yang semakin berhati-hati, sebuah sinyal bahwa tekanan inflasi dan risiko global belum sepenuhnya mereda.

{{caption}}
Analis: Jika BI Naikkan Suku Bunga, Investasi di Indonesia Bisa Kehilangan Daya Tarik

Selama kondisi ekonomi belum memberikan ruang yang cukup kuat untuk perubahan kebijakan, maka BI cenderung akan mempertahankan suku bunga.

{{caption}}
Dampak Konflik Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga 4,75% di Maret 2026

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, yaitu BI Rate, di angka 4,75 persen pada bulan Maret 2026.

{{caption}}
BI Rate Tetap 4,75 Persen: Terendah Sejak 2022, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Bank Indonesia kembali mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen, menjadikannya yang terendah sejak 2022. Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan.