Bank Jateng Bagikan Dividen Rp1,12 Triliun, Perkuat Pendapatan Asli Daerah Jawa Tengah
Bank Jateng membagikan dividen senilai Rp1,12 triliun kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Jateng pada 2025, memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk pembangunan.
PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah atau Bank Jateng akan membagikan dividen sebesar Rp1,12 triliun kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta 35 pemerintah kabupaten/kota di wilayah tersebut pada tahun 2025. Pembagian dividen Bank Jateng ini merupakan kontribusi signifikan bagi pembangunan daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di Semarang pada Minggu, menyatakan bahwa dana dividen tersebut akan dialokasikan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) masing-masing wilayah. Ini bertujuan untuk menopang berbagai program pembangunan di Jawa Tengah.
Pemanfaatan dividen ini diharapkan dapat mendukung prioritas pembangunan yang telah ditetapkan, terutama saat terjadi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat. Keberadaan Bank Jateng diharapkan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Kontribusi Dividen Bank Jateng untuk Pembangunan Daerah
Dividen yang dibagikan oleh Bank Jateng memiliki peran vital dalam struktur pendapatan daerah. Sumarno menjelaskan bahwa pendapatan daerah untuk pembangunan bersumber dari dana transfer dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Oleh karena itu, ketika terjadi penurunan dana transfer dari pemerintah pusat, PAD menjadi tumpuan utama untuk membiayai proyek-proyek pembangunan di Jawa Tengah. Dividen dari Bank Jateng merupakan salah satu komponen penting dari PAD tersebut.
Sumarno juga menekankan bahwa Bank Jateng memastikan dana yang beredar benar-benar berputar di wilayah Jawa Tengah. Hal ini karena dana tersebut secara langsung digunakan untuk membiayai pembangunan di berbagai sektor.
Dengan demikian, Bank Jateng tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi regional yang berkontribusi nyata pada kesejahteraan masyarakat.
Kinerja Gemilang Bank Jateng dan Peran Strategisnya
Kinerja Bank Jateng patut diacungi jempol, terutama dalam perolehan laba. Sumarno mengungkapkan bahwa laba yang diperoleh Bank Jateng pada tahun 2025 merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) lainnya di Pulau Jawa.
Meskipun asetnya menempati posisi ketiga dibandingkan bank daerah lain di Pulau Jawa, total laba Bank Jateng tetap menjadi yang teratas. Ini menunjukkan efisiensi dan strategi bisnis yang kuat dari Bank Jateng.
Sebagai bank milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bank Jateng diharapkan dapat terus dijaga dan didukung oleh masyarakat. Kontribusi masyarakat melalui pemanfaatan layanan lembaga keuangan ini akan memperkuat Bank Jateng di masa mendatang.
Direktur Bisnis Dana, Jasa dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusmarita, menambahkan bahwa Bank Jateng juga aktif mendekatkan diri dengan masyarakat melalui berbagai program. Salah satunya adalah penarikan undian tabungan BIMA yang memberikan total hadiah besar.
Pada momentum penarikan undian tabungan BIMA periode I Tahun 2025, Bank Jateng menyediakan total hadiah senilai Rp8 miliar. Hadiah ini dibagikan kepada 68 nasabah masing-masing senilai Rp75 juta dan 203 nasabah masing-masing Rp15 juta.
Selain itu, hadiah utama atau grand prize yang disediakan adalah satu unit mobil Toyota Innova Zenix. Program ini menunjukkan komitmen Bank Jateng dalam mengapresiasi nasabah sekaligus mendorong budaya menabung di masyarakat.
Sumber: AntaraNews