Ungkapan Kekecewaan Ibu Palestina di Gaza ke Negara-Negara Arab, Isinya Menggetarkan Hati
Seorang wanita Palestina ungkap kekecewaan terhadap negara-negara di Arab.
Aksi genosida Israel yang dilakukan selama satu tahun belakangan ini telah menghancurkan Jalur Gaza dan merenggut nyawa lebih dari 42.500 warga Palestina.
Serangan Israel telah menyebabkan hampir seluruh penduduk wilayah tersebut kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi di tengah blokade yang terus berlanjut hingga mengalami kekurangan makanan, air bersih, serta obat-obatan.
Dalam kondisi memilukan ini, banyak yang mempertanyakan mengapa negara-negara Arab tampak pasif dan tidak bersuara lantang mengenai situasi di Gaza. Seorang wanita Palestina bahkan sempat menyampaikan pesan kekecewaannya atas hal tersebut.
Melansir dari postingan di akun Tiktok @endgenocidenow.id, seorang wanita Palestina awalnya ditanya mengenai pesan apa yang ingin disampaikan kepada negara-negara Arab.
Dia kemudian mengatakan bahwa dirinya sangat kecewa dengan sikap mereka yang seolah menutup mata dan acuh dengan pembantaian di negaranya. "Apa pesanmu kepada negara-negara Arab?," tanya perekam video.
"Saya katakan. 'Wahai Rasulullah janganlah engkau berikan syafaat kepada mereka karena mereka mengecewakan kami' itu saja," jawab wanita dalam video dengan wajah sedih.
Lebih Lanjut, wanita tersebut lalu menyampaikan pesan yang menggetarkan jiwa di mana dia bersama rakyat Palestina mengaku akan terus mempertahankan wilayah mereka dengan atau tidak adanya dukungan dari negara-negara Arab.
"Dan kami akan tetap tabah (teguh) dan sabar dengan izin Allah SWT. Kami tidak akan menyerah dan tidak akan dikalahkan dan kami tidak akan berkompromi sampai partikel tanah terakhir di tanah Palestina," ungkap wanita tersebut.
"Bahkan jiwa mereka mengebom rumah-rumah kami dan menghancurkan negara kami dan bahkan jika kami hanya memiliki butiran partikel tanah yang tersisa, di mana tidak ada lagi air, makanan atau minuman, kami akan tetap teguh," tambahnya.
Di akhir video, wanita itu blak-blakan mengaku jika dia bersama rakyat Palestina kini sudah tidak lagi mengharapkan dukungan dari negara Arab.
"Rabb kami lah yang memberi kami makan, dan Rabb kami lah yang memberi kami minum dan bukan negara-negara Arab. Mereka lah yang telah mengecewakan kami. Kami berharap kepada Allah Yang Maha Esa lalu kemudian pada mereka (Arab). Namun, saat ini tidak lagi," pungkasnya.
Israel melakukan serangan besar-besaran ke wilayah Palestina sejak 7 Oktober 2023 lalu. Gencatan senjata sempat disepakati. Namun, Israel kembali melancarkan serangan setelah sempat berhenti usai kesepakatan gencatan senjata pada 19 Januari 2025.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut jika serangan yang dilancarkan bertujuan untuk menekan Hamas untuk membebaskan 59 sandera. Faktanya, serangan Israel itu menewaskan ratusan warga sipil.