Gibran Singgung Gaza di KTT G20: Dunia Tak Boleh Normalisasi Penderitaan Manusia

Dalam KTT G20, Gibran Singgung Gaza dan konflik global lainnya, menyerukan pemimpin dunia untuk tidak menormalisasi penderitaan manusia yang dapat dicegah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gibran Singgung Gaza di KTT G20: Dunia Tak Boleh Normalisasi Penderitaan Manusia
Dalam KTT G20, Gibran Singgung Gaza dan konflik global lainnya, menyerukan pemimpin dunia untuk tidak menormalisasi penderitaan manusia yang dapat dicegah. (AntaraNews)

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyinggung konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Gaza, Palestina. Ia mengajak para pemimpin dunia untuk tidak menormalisasi penderitaan manusia yang sebenarnya dapat dicegah.

Dalam sesi kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Sabtu (23/11), Gibran menyampaikan pandangannya. Menurutnya, bencana saat ini bukan hanya bencana alam, melainkan banyak yang diakibatkan oleh tindakan manusia.

Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya menempatkan rasa kemanusiaan sebagai inti dari tata kelola global. Gibran menekankan bahwa G20 memiliki kewajiban moral untuk memimpin dengan memberikan contoh nyata.

Gibran Rakabuming Raka menyoroti berbagai tragedi kemanusiaan yang terjadi di beberapa wilayah. Ia secara spesifik menyebut Gaza, Ukraina, Sudan, dan Sahel sebagai contoh nyata. Di wilayah-wilayah tersebut, konflik telah meruntuhkan rumah-rumah dan merampas harapan serta mata pencarian masyarakat.

Melalui pidatonya, Gibran mengingatkan bahwa penderitaan ini seharusnya tidak dianggap sebagai hal yang biasa. Tragedi kemanusiaan ini harus menjadi pengingat bagi semua pihak. Penting untuk menempatkan rasa kemanusiaan di jantung tata kelola global.

Gibran menegaskan bahwa pemimpin dunia tidak boleh membiarkan penderitaan manusia menjadi sebuah normal baru. "Dunia tidak boleh membiarkan dan menormalisasi penderitaan manusia yang sebenarnya dapat dicegah menjadi normal baru," kata Gibran.

Wakil Presiden Gibran menambahkan bahwa kelompok negara yang tergabung dalam G20 memiliki kewajiban moral yang besar. Sebagai forum yang mewakili 85 persen produk domestik bruto (PDB) dunia, G20 harus memimpin dengan memberi contoh. Hal ini penting untuk memastikan pertumbuhan dan ketahanan menjadi dua sisi mata uang yang sama.

"G20 memiliki kewajiban moral untuk memimpin dengan memberi contoh, memastikan bahwa pertumbuhan dan ketahanan menjadi dua sisi mata uang yang sama, mendorong harapan, kemakmuran, dan keadilan bagi semua," ujar Gibran. Pernyataan ini menekankan peran strategis G20 dalam menciptakan dunia yang lebih baik.

Dalam sesi kedua KTT G20, para pemimpin dunia fokus membahas tema pembangunan dunia yang tangguh (resilient world). Diskusi mencakup isu kebencanaan, perubahan iklim, transisi energi berkeadilan (just energy transition), serta sistem pangan. Tema-tema ini relevan dengan tantangan global saat ini.

Gibran juga dijadwalkan akan menyampaikan pidato pada sesi ketiga KTT G20. Sesi ini akan membahas isu pekerjaan layak (decent work) dan tata kelola kecerdasan buatan (artificial intelligence). Selain itu, mineral kritis yang menjadi usulan dan fokus kepentingan Indonesia juga akan menjadi topik bahasan penting dalam pertemuan tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi