Ayah Wafat Dibunuh Israel, Kisah Anak Perempuan Palestina Tiap Malam Tidur dalam Lapar & Kedinginan Bikin Air Mata Menetes

Curhatan dua anak perempuan Palestina ini begitu menyayat hati. Keduanya kini hidup dalam kondisi memprihatinkan. akibat penjajahan Israel atas Palestina.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Ayah Wafat Dibunuh Israel, Kisah Anak Perempuan Palestina Tiap Malam Tidur dalam Lapar & Kedinginan Bikin Air Mata Menetes
Ayah Wafat Dibunuh Israel, Kisah Anak Perempuan Palestina Tiap Malam Tidur dalam Lapar & Kedinginan Bikin Air Mata Menetes (Merdeka.com)

Curhatan dua anak perempuan Palestina ini begitu menyayat hati. Keduanya kini hidup dalam kondisi memprihatinkan. akibat penjajahan Israel atas Palestina. 

Konflik Israel dan Palestina kembali memanas. Israel secara resmi menyatakan perang terhadap Palestina.

Di balik konflik geopolitik yang menyeret kepentingan para penguasa, ada kisah pilu dari dua anak perempuan Palestina. Keduanya kehilangan sang ayah yang wafat akibat serangan Israel ke Palestina.

Kini, tersisa keduanya yang terpaksa hidup dalam kondisi memprihatinkan. Tidur dalam kondisi kelaparan dan kedinginan.

Simak ulasan selengkapnya berikut ini. 

Kisah Haru Gadis Cilik Palestina

Dua anak perempuan WN Palestina mengungkap kisah harunya. Dengan tatapan pilu, salah satunya bercerita mengenai kisah hidupnya yang begitu memprihatinkan.

Sang ayah diungkapnya telah wafat menjadi korban dari akibat serangan Israel ke Gaza, Palestina.

"Ayah kami telah syahid," ungkapnya, demikian dikutip dari keterangan video pada akun TikTok @rudi_mks2.

Sepeninggal sang ayah, keduanya terpaksa menjalani hidup dengan serba kesulitan. Salah satunya yakni menghadapi cuaca dingin yang setiap malam harus dilewatinya tanpa penghangat. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Waktu ayah masih hidup, kami selalu ada kayu api. Baba memastikan kami agar tidak kedinginan. Kami selalu merasa hangat," terangnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Namun sekarang, segalanya sulit. Ayah di sana, sedangkan kami di sini," sambungnya.

Dengan wajah polos, gadis cilik tersebut lantas melempar pertanyaan pilu.

Dengan wajah polos, gadis cilik tersebut lantas melempar pertanyaan pilu.
Dok. Istimewa

Dia bertanya soal dosa yang pernah keduanya lakukan hingga harus menghadapi kerasnya hidup meski masih berusia anak-anak.

"Apa dosa kami sehingga terpaksa kedinginan seperti ini?" paparnya. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kini hidup serba kekurangan, gadis cilik tersebut lantas seolah membandingkan nasibnya dengan anak-anak lainnya.

"Adakah mereka yang masih memiliki ayah hidup seperti kami?" katanya.

"Pernah kah anak kalian tidur dalam kelaparan dan kedinginan seperti kami? Sekali saja, pernah kah? Tentu tidak kan? Jadi, apa dosa kami?" terangnya.

2023 merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sembari mendengar cerita, salah satu gadis cilik lainnya pun mulai menitikkan air mata. Menutup cerita, gadis cilik tersebut lantas melontarkan pernyataan berharap dapat mengikuti sang ayah kemana pun dia pergi, bahkan surga sekalipun.

"Kami sangat berharap agar ayah dapat membawa kami bersamanya ke surga," ungkapnya. 

Banjir Air Mata & Doa

Sontak, video mengenai kisah pilu dua gadis cilik Palestina tersebut menuai air mata dari publik. Tak sedikit yang lantas membanjiri kolom komentar dengan doa.

"Nyeseknya sampai sini dek," tulis akun @anisaapriliani.

"Ya Allah, nyesek lihatnya," tulis akun @evi_123.

"Ya Allah, lindungilah mereka," tulis akun @trieyangabyaz.

"Doa kami akan selalu menyertai kalian. Allah tidak tidur. Semua akan indah pada waktunya," tulis akun @unraz.

"Ya Allah, lindungilah mereka," tulis akun @anizahra66.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Diketahui, Israel terus menghujani kota Gaza dengan bom yang dijatuhkan jet-jet tempur mereka. Israel juga mengerahkan barisan tank untuk mengepung Jalur Gaza pasca kelompok Hamas melancarkan serangan mematikan pada akhir pekan lalu, Sabtu (7/10).

Sepanjang hari, jet-jet tempur negeri zionis itu menjatuhkan bom ke Gaza.


Di tengah intensifnya serangan ke Jalur Gaza, Israel justru mendapatkan amunisi tambahan dari Amerika Serikat (AS).

Bantuan amunisi canggih itu mendarat di pangkalan udara Nevatim di Israel selatan pada Selasa (10/10/2023) malam.
Rekomendasi