Laporan Intelijen AS Bantah Klaim Trump: Iran Masih Punya Kekuatan Militer Besar
Sejumlah anggota parlemen AS mengungkapkan bahwa penilaian intelijen militer menunjukkan Iran tetap memiliki kapasitas tempur yang kuat.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan militer yang signifikan, meskipun pemerintah Amerika Serikat sebelumnya mengklaim kekuatan pertahanan dan serangan Teheran telah dilumpuhkan.
Menurut laporan NBC News, Selasa (21/4/2026), sejumlah anggota parlemen AS mengungkapkan bahwa penilaian intelijen militer menunjukkan Iran tetap memiliki kapasitas tempur yang kuat.
Penilaian tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat telah menguasai penuh wilayah udara Iran serta menghancurkan industri pertahanannya. Demikian dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (23/4/2026).
Iran Masih Simpan Ribuan Rudal dan Drone
Dalam kesaksian sebelumnya di hadapan Kongres, Letnan Jenderal James Adams selaku Direktur Badan Intelijen Pertahanan Pentagon menegaskan bahwa Iran masih menyimpan ribuan rudal dan drone.
Ia memperingatkan, kemampuan tersebut tetap menjadi ancaman serius bagi pasukan Amerika Serikat maupun sekutu mereka di kawasan Timur Tengah.
Trump Perpanjang Gencatan Senjata Sepihak
Di tengah perbedaan penilaian tersebut, situasi geopolitik kian memanas. Presiden AS Donald Trump dilaporkan memperpanjang gencatan senjata secara sepihak.
Namun di sisi lain, pihak Iran menegaskan bahwa mereka tetap dalam posisi siaga dan siap menghadapi kemungkinan konflik kapan saja, menandakan ketegangan di kawasan belum benar-benar mereda.