Meta akan Hentikan Iklan Politik di Uni Eropa Mulai Oktober 2025
Meta berencana menghentikan semua penayangan dan penjualan iklan politik di Uni Eropa mulai Oktober 2025.
Meta, perusahaan yang menaungi Facebook, Instagram, dan WhatsApp, mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan semua penjualan dan penayangan iklan politik di Uni Eropa mulai Oktober 2025. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap regulasi baru dari Uni Eropa yang dianggap terlalu rumit dan menyulitkan bagi operasional mereka di kawasan tersebut.
Menurut laporan dari TechCrunch pada Rabu (30/7/2025), langkah ini berkaitan erat dengan regulasi Transparency and Targeting of Political Advertising (TTPA) yang akan segera diberlakukan. Regulasi ini mengharuskan platform digital untuk memberikan label yang jelas pada iklan politik, termasuk informasi tentang sponsor, topik pemilu, biaya, dan metode penargetan yang digunakan.
Lebih lanjut, TTPA juga membatasi penggunaan data pribadi tertentu, seperti etnis dan pandangan politik, serta mewajibkan persetujuan eksplisit dari pengguna untuk data tersebut digunakan dalam iklan politik. Meta menilai bahwa peraturan ini menimbulkan ketidakpastian hukum yang besar dan menambah kompleksitas dalam operasional, sehingga mereka akhirnya memutuskan untuk menghentikan layanan iklan politik di kawasan Uni Eropa.
Aturan yang ditetapkan oleh Uni Eropa tidaklah logis
Aturan TTPA juga mengatur pembatasan terhadap penggunaan data pribadi tertentu, seperti informasi mengenai etnis, pandangan politik, dan agama, untuk tujuan pemprofilan iklan. Selain itu, penggunaan data dalam konteks iklan politik hanya dapat dilakukan jika pengguna memberikan persetujuan yang jelas. Dalam pernyataan resmi, Meta mengungkapkan bahwa regulasi baru ini menambah beban yang signifikan dan kompleksitas hukum yang tidak dapat diterima, baik bagi pengiklan maupun penyedia platform. "Peraturan ini menciptakan ketidakpastian hukum yang tinggi dan mewajibkan kami menyesuaikan sistem secara besar-besaran," tulis Meta di blog resminya. Mereka menyatakan bahwa pilihan yang ada hanya dua, yaitu mengubah layanan iklan politik menjadi kurang efisien atau menghentikan layanan tersebut secara keseluruhan. Akhirnya, Meta memutuskan untuk mengambil opsi yang kedua.
Google Memutuskan untuk Mundur, Ketegangan Semakin Meningkat
Meta juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kebijakan baru ini pada akhirnya akan mengakibatkan hilangnya produk-produk populer dari pasar, serta mengurangi variasi dan persaingan yang ada. Sikap yang ditunjukkan oleh Meta ini ternyata juga diikuti oleh Google. Raksasa iklan digital lainnya tersebut telah lebih dahulu mengumumkan akan menghentikan penjualan iklan politik di Uni Eropa dengan alasan yang sama.
Google berpendapat bahwa regulasi baru ini akan menghadirkan tantangan signifikan dari segi operasional dan berisiko secara hukum. Tindakan Meta dan Google ini menambah daftar panjang ketegangan antara Uni Eropa dan perusahaan teknologi besar asal Amerika. Dalam beberapa tahun terakhir, Uni Eropa memang semakin aktif dalam mengawasi dan mengatur aktivitas platform digital, terutama terkait perlindungan data dan persaingan di pasar.
Kebijakan Digital Global yang Mengarahkan Perkembangan
Selain mengatur iklan politik, Uni Eropa juga aktif menerapkan berbagai kebijakan tambahan yang menargetkan perusahaan teknologi besar. Salah satunya adalah AI Act, yang mengatur penggunaan kecerdasan buatan dengan ketat. Kawasan ini juga melarang praktik pelacakan iklan yang dianggap berlebihan dan memperkuat pengawasan terhadap dominasi pasar oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Meta, Google, dan Amazon. Kebijakan terbaru dari Meta yang menghentikan iklan politik di Uni Eropa dianggap sebagai tanda penting bahwa tekanan regulasi mulai memengaruhi strategi layanan global dari perusahaan-perusahaan teknologi.
Pengguna di wilayah ini kemungkinan akan mengalami perubahan signifikan pada konten dan fitur yang mereka akses, terutama menjelang tahun politik. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai apakah kebijakan ini akan diperluas ke daerah lain di luar Uni Eropa. Dengan adanya regulasi yang lebih ketat ini, perusahaan teknologi diharapkan dapat lebih bertanggung jawab dalam praktik iklan dan penggunaan data pengguna. Hal ini tentunya akan membawa dampak yang besar bagi cara perusahaan berinteraksi dengan pengguna mereka di seluruh dunia.