Ilmuwan Bahas Lagi Konsep Lift Luar Angkasa, Optimis Bisa Terwujud
Lift luar angkasa berpotensi mengubah cara manusia mencapai orbit tanpa roket. Teknologi ini bisa terwujud dalam beberapa dekade ke depan.
Para ilmuwan kembali menggali ide ambisius yang telah ada sejak 1895: lift luar angkasa. Konsep ini menggantikan roket dengan sistem lift berbasis kabel super panjang yang menghubungkan Bumi dengan satelit di orbit geostasioner.
Sama seperti lift biasa yang menggunakan kabel dan pemberat untuk mengangkat kabin, lift luar angkasa akan mengandalkan kabel sepanjang 36.000 km yang terhubung ke satelit di orbit geostasioner. Kabel ini harus sangat kuat, setidaknya 50 kali lebih kuat dari baja, agar bisa menopang beban tanpa putus.
Mengutip ScienceFocus, Rabu (12/3), para ilmuwan percaya nanotube karbon atau graphene bisa menjadi solusi material yang cukup kuat untuk membangun kabel ini. Jika terwujud, lift luar angkasa akan mengurangi biaya peluncuran ke orbit secara drastis serta menghilangkan polusi dari roket konvensional.
Tantangan Besar: Material dan Stabilitas
Salah satu tantangan utama adalah mencari titik jangkar di Bumi. Beberapa konsep mengusulkan puncak gunung, menara tinggi, atau bahkan platform laut yang bisa bergerak untuk menghindari badai atau serpihan luar angkasa.
Selain itu, perhitungan ilmuwan menunjukkan bahwa kabel ini harus menahan beban ratusan ton agar tetap stabil saat mengangkut muatan ke orbit.
Meskipun terdengar futuristik, laporan terbaru dari International Academy of Astronautics menyebut bahwa teknologi ini bisa menjadi kenyataan dalam beberapa dekade mendatang. Dengan perkembangan material super kuat, lift luar angkasa bisa menjadi solusi revolusioner dalam eksplorasi luar angkasa.