Kesempatan Langka, Presiden Prabowo Cari WNI Terbaik Ikut Program Kosmonot Rusia
Pemerintah Indonesia menjajaki kerja sama antariksa dengan Rusia, termasuk rencana mengirim WNI terbaik mengikuti program pelatihan kosmonot.
Rencana penguatan kerja sama antariksa antara Indonesia dan Rusia kembali mencuat. Presiden Prabowo Subianto disebut membuka peluang pengiriman warga negara Indonesia (WNI) untuk mengikuti program pelatihan kosmonot di Rusia.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan, wacana tersebut muncul dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, pada 13 Maret 2026.
"Bapak Presiden juga menyampaikan kemungkinan untuk Indonesia mengirimkan orang-orang terpilih dan terbaik untuk bisa mengikuti program kosmonotnya Rusia," kata Sugiono dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).
Peluang Penguatan SDM dan Teknologi
Menurut Sugiono, keterlibatan dalam program pelatihan antariksa menjadi indikator penting kemajuan teknologi suatu negara. Selain itu, program tersebut juga dinilai dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"Karena ini merupakan satu parameter bahwa suatu negara memiliki keunggulan di bidang teknologi, kemudian bisa mengirimkan awak ataupun alat ke orbit," ujarnya.
"Oleh karena itu, Bapak Presiden juga kemarin menyampaikan bahwa menjajaki kemungkinan untuk mengirimkan orang-orang Indonesia untuk bisa menjalani program pelatihan kosmonot tersebut," sambung dia.
Kerja Sama Strategis Lebih Luas
Ia menambahkan, pembahasan antara kedua negara tidak hanya terbatas pada sektor antariksa. Sejumlah bidang lain juga menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral.
"Pembahasan dan pembicaraan tersebut juga tentu saja mencakup berbagai bidang karena kita ketahui Rusia merupakan mitra strategis Indonesia yang status hubungan kemitraan strategisnya itu meningkat pada tahun 2025," tutur Sugiono.