Pertemuan di Kremlin, Prabowo–Putin Fokus Perkuat Kemitraan di Berbagai Sektor
Saat itu, Vladimir Putin menyambut hangat kehadiran Prabowo dan menekankan pentingnya komunikasi.
Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4). Dalam pertemuan ini, di mana kedua pemimpin sepakat untuk memperdalam kemitraan strategis di berbagai sektor kunci.
Saat itu, Vladimir Putin menyambut hangat kehadiran Prabowo dan menekankan pentingnya komunikasi reguler yang selama ini terjalin. Ia mengatakan, kerja sama ekonomi tetap menjadi prioritas utama meski perdagangan bilateral sempat mengalami dinamika di awal tahun.
"Pada tahun yang lalu, perdagangan bilateral naik dengan 12 persen. Pada awal tahun ini, kami menyaksikan sedikit perlambatan dalam perdagangan bilateral. Tetapi kami punya berbagai-bagai cara untuk meningkatkannya," ujar Putin dalam pertemuan tersebut seperti pada video yang diunggah akun @sekretariatkabinet, Senin (13/4).
Anggota BRICS
Putin juga menyoroti peluang baru setelah Indonesia resmi menjadi anggota BRICS. Menurutnya, status keanggotaan ini akan membuka jalan lebar bagi kerja sama yang lebih luas, termasuk interaksi dengan Uni Ekonomi Eurasia di masa depan.
"Indonesia sudah menjadi anggota BRICS. Hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerjasama kita. Hal sama kita bisa bicara mengenai kerjasama dengan Uni Ekonomi Eurasia," ujarnya.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Putin atas sambutan yang sangat cepat. Ia menegaskan, kehadirannya di Moskow bertujuan untuk memperkuat fondasi dukungan yang telah diberikan Rusia bagi kepentingan nasional Indonesia.
"Maksud dan tujuan saya hari ini datang intinya adalah untuk mengucapkan terima kasih kepada Presiden Putin dan Pemerintah Rusia atas dukungan Rusia kepada Indonesia," kata Prabowo dalam sambutannya.
Salah satu poin yang mencuri perhatian adalah tekad Prabowo untuk mengawasi langsung percepatan kesepakatan yang belum tuntas. Ia secara khusus menyoroti masalah hubungan moneter dan keuangan antara kedua negara agar segera terealisasi.
"Ada 1—2 (kesepakatan) yang perlu kita percepat, saya akan segera menangani sendiri, terutama antara hubungan moneter diantara kedua pihak saya akan mengawasi sendiri," tegas Prabowo.
Stabilitas Global
Selain urusan ekonomi, Prabowo juga menyinggung soal stabilitas global. Ia menilai, Rusia memiliki peran yang sangat signifikan dalam menyeimbangkan kondisi dunia yang saat ini penuh dengan ketidakpastian geopolitik.
"Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini," puji Prabowo di hadapan delegasi Kremlin.
Suasana pertemuan tampak hangat ketika Prabowo memberikan ucapan selamat atas hari besar Paskah dan Hari Kosmonot yang jatuh pada 12 April. Ia bercerita, tokoh antariksa Rusia, Yuri Gagarin, sangat populer di mata masyarakat Indonesia.
"Banyak orang indonesia anaknya diberi nama Gagarin, diberi nama Yuri, banyak," ucap Prabowo yang disambut senyum oleh Putin.
Menutup pembicaraan atau pertemuan tersebut, Putin memberikan apresiasi tinggi terhadap sikap toleransi yang ditunjukkan Prabowo. Ia tersentuh dengan ucapan selamat hari raya keagamaan dari pemimpin negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar.
"Terutama kami sangat senang mendengar ucapan selamat hari suci Paskah terutama dari Kepala Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia," pungkas Putin.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo turut didampingi Sekretariat Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.