Komputer Tua Berusia 50 Tahun Ini Menolak Pensiun, Masih Mampu Jalankan Wahana Antariksa hingga Kini
Ada sistem komputer yang jauh lebih jadul namun masih dipakai hingga saat ini.
Jutaan orang di seluruh dunia menyaksikan misi Artemis II kala 4 awaknya meluncur pada 1 April lalu dalam misi 10 hari ke Bulan.
Perhatian publik memang tertuju pada pesawat antariksa Orion, namun di balik misi besar ini terdapat dukungan ribuan manusia dan sistem komputer canggih yang bekerja tanpa henti.
NASA memang terus melakukan pembaruan sistemnya. Teknologi yang digunakan dalam misi Artemis saat ini pun jauh lebih modern dibandingkan perangkat generasi awal yang pernah digunakan sebelumnya.
Meski begitu, ada sistem komputer yang jauh lebih jadul namun masih dipakai hingga saat ini. Apa itu?
Voyager 1 dan Voyager 2
Sebuah cuplikan video lama yang kembali beredar menunjukkan perangkat komputer yang digunakan dalam misi Voyager 1 dan Voyager 2, dua wahana yang diluncurkan pada 1977 untuk menjelajahi tata surya.
Hingga kini, keduanya masih beroperasi di ruang antarbintang, meski menggunakan teknologi yang jauh lebih sederhana dibandingkan standar saat ini.
Dalam video tersebut, seorang insinyur NASA memperlihatkan ruang kontrol di Jet Propulsion Laboratory, California, yang dipenuhi komputer besar seukuran lemari dari Univac dan IBM.
Sistem tersebut masih menggunakan kartu berlubang (punch card), tape drive, hingga jaringan komunikasi berbasis telepon untuk berinteraksi dengan wahana antariksa.
Perangkat sederhana itu bertugas menjaga operasional Voyager yang kini telah berada lebih dari 16 miliar mil dari Bumi. Setiap wahana hanya dibekali tiga sistem komputer dengan total memori sekitar 69 kilobyte, bahkan lebih kecil dari ukuran satu file gambar digital saat ini.
Data yang dikumpulkan Voyager disimpan dalam media digital sederhana sebelum dikirim ke Bumi dengan kecepatan hanya 160 bit per detik. Sebagai perbandingan, koneksi internet dial-up memiliki kecepatan minimal 20.000 bit per detik.
Untuk menerima sinyal tersebut, NASA harus menggunakan antena terbesar karena sinyal yang semakin lemah.
Meski banyak komponen cadangan sudah tidak berfungsi atau dimatikan untuk menghemat energi, keberlangsungan misi Voyager hingga kini menjadi bukti keunggulan rekayasa teknologi pada masanya.