ATVSI Soroti Perubahan Teknologi Penyiaran Lewat Workshop DVB-I dan DVB-NIP
ATVSI gelar workshop bahas DVBI dan DVBNIB, soroti perubahan teknologi penyiaran berbasis internet dan OTT.
Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) menggelar workshop bertema teknologi penyiaran berbasis internet di Jakarta, Senin (2/6), sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan distribusi konten digital yang dinilai memengaruhi ekosistem penyiaran secara menyeluruh.
Sekretaris Jenderal ATVSI, Gilang Iskandar, menyampaikan bahwa perubahan pola distribusi konten saat ini tidak hanya berdampak pada cara penyiaran, tetapi juga menyentuh aspek bisnis, sistem operasional, hingga regulasi yang mengatur industri.
“Perkembangan teknologi delivery content saat ini sangat dinamis. Kita perlu merespons dengan tepat karena dampaknya bukan hanya teknis, tapi juga menyeluruh pada pola bisnis dan regulasi,” kata Gilang saat membuka acara ATVSI Workshop ‘DVB-I and DVB-NIP, Technology Development & Opportunities’ di SCTV Tower, Senin (2/6).
Workshop kali ini secara khusus membahas dua teknologi utama, yakni DVB-I (Digital Video Broadcasting-Internet) dan DVB-NIP (Digital Video Broadcasting-Native IP Broadcasting).
Menurut Gilang, kedua teknologi ini dipilih karena mencerminkan tren terbaru dalam penyiaran modern yang mengintegrasikan siaran televisi dan radio berbasis internet dengan layanan over-the-top (OTT).
“DVB-I adalah teknologi penyiaran berbasis internet, sedangkan DVB-NIP mengintegrasikan siaran TV dan radio dengan OTT. Ini menjadi tantangan dan peluang baru bagi seluruh pelaku industri,” ujarnya.
Gilang juga mengapresiasi kerja Komisi Sistem dan Teknologi Penyiaran ATVSI yang menjadi penggagas acara ini. Ia menyebut workshop kali ini sebagai kelanjutan dari inisiatif sebelumnya yang mengangkat topik 5G untuk penyiaran.
“Ini workshop kedua kami. Sebelumnya, kami pernah mengangkat tema 5G dan penyiaran. Hari ini kami lanjutkan dengan DVB-I dan DVB-NIP sebagai respons terhadap kebutuhan transformasi teknologi yang sedang berjalan cepat,” jelasnya.
Acara yang berlangsung seharian penuh ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan di sektor penyiaran, termasuk perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), asosiasi lembaga penyiaran, serta mitra internasional dari proyek BVB.
Gilang berharap para peserta dapat memanfaatkan sesi workshop dan demonstrasi teknologi yang juga disiapkan di luar ruangan untuk mendapatkan pemahaman lebih praktis.
“Kami mengajak peserta untuk mengikuti sesi dengan semangat. Selain materi kelas, kami juga menyediakan demo aplikasi dari kedua teknologi ini. Jadi, harapannya ada pembelajaran menyeluruh, baik teori maupun praktik,” pungkasnya.