Trivia: Bukan Sekadar Gaya, Gubernur Bobby Nasution Desak Keterbukaan Informasi Pemprov Sumut kepada Wartawan
Gubernur Sumut Bobby Nasution tegas meminta Keterbukaan Informasi Pemprov Sumut kepada media. Ini bukan hanya soal transparansi, tapi juga strategi pembangunan. Simak alasannya!
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, secara lugas meminta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk lebih terbuka dan transparan kepada awak media. Permintaan ini disampaikannya dalam acara silaturahim dengan para pemimpin redaksi se-Sumut yang berlangsung di Medan pada Senin (26/8). Langkah ini bertujuan utama agar informasi mengenai berbagai program dan capaian pembangunan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat luas.
Menurut Bobby, keterbukaan informasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian integral dari upaya Pemprov Sumut untuk membangun komunikasi yang efektif dengan publik. Ia menekankan bahwa setiap OPD harus mampu memberikan gambaran jelas tentang rencana dan target kerja di dinas masing-masing. Hal ini penting untuk menciptakan pemahaman yang komprehensif di tengah masyarakat mengenai arah pembangunan daerah.
Lebih lanjut, menantu Presiden Joko Widodo ini juga menyarankan agar OPD secara aktif melibatkan wartawan dalam setiap kegiatan lapangan. Praktik ini, kata Bobby, akan membiasakan para pejabat Pemprov untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan media, sekaligus memastikan informasi yang akurat dan relevan dapat segera diakses oleh publik. Ini adalah bagian dari strategi untuk membangun tim yang solid dalam memajukan Sumatera Utara.
Dorongan Keterbukaan dan Praktik Lapangan
Gubernur Bobby Nasution secara konsisten mendorong jajaran OPD untuk tidak ragu berinteraksi dan berbagi informasi dengan wartawan. Ia menjelaskan bahwa tujuan dari keterbukaan ini adalah agar informasi pembangunan dapat tersampaikan secara efektif kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami dan mendukung berbagai inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah provinsi.
Salah satu praktik yang kerap dilakukan Bobby adalah membawa langsung kepala OPD ke tengah masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, para pejabat diminta untuk memperkenalkan diri, menjelaskan jabatan, hingga memaparkan anggaran yang dikelola. Ini adalah upaya nyata untuk membiasakan OPD agar lebih proaktif dalam memberikan informasi dan berinteraksi langsung dengan konstituen.
Bobby menegaskan bahwa tindakan ini bukan untuk mencari perhatian atau 'gaya-gayaan', melainkan sebuah metode untuk melatih dan membiasakan jajaran Pemprov Sumut terjun langsung ke lapangan. Tujuannya agar mereka terbiasa memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada lembaga penerbitan media, yang memang memiliki tugas untuk mencari dan menyebarluaskan informasi.
Kolaborasi sebagai Kunci Pembangunan
Keberhasilan pembangunan di Sumatera Utara, menurut Bobby Nasution, sangat ditentukan oleh semangat kolaborasi dari berbagai pihak. Ia secara gamblang menyatakan bahwa tidak ada satu pun individu yang bisa menjadi 'superhero' dalam membangun sebuah wilayah. Yang dibutuhkan adalah 'superteam', di mana setiap elemen, termasuk kalangan wartawan atau media, memiliki peran penting.
Gubernur Bobby juga menyoroti pengaruh besar pers Sumatera Utara di tingkat nasional, yang sudah terlihat sejak lama. Hal ini disadarinya saat mengikuti Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di Kabupaten Deli Serdang. Fakta ini menunjukkan bahwa Sumut memiliki ekosistem media yang kuat dan berpengaruh, dengan jumlah media yang cukup besar di Pulau Sumatera.
Wanasari, Kepala TV One Biro Sumatera, mengapresiasi inisiatif Gubernur Bobby Nasution yang kerap membawa wartawan ke lapangan. Menurutnya, peliputan yang dilakukan media terhadap kegiatan gubernur merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program-program yang dijalankan. Ini menunjukkan bagaimana kolaborasi dapat menghasilkan sinergi positif antara pemerintah dan pers.
Harapan Media terhadap Kolaborasi
Pertemuan yang dihadiri oleh 106 pemimpin redaksi se-Sumut ini menjadi momentum penting bagi media untuk menyuarakan harapannya. Wanasari berharap bahwa kolaborasi yang terjalin antara Pemprov Sumut dan media dapat membawa dampak positif, tidak hanya bagi penyebaran informasi pembangunan, tetapi juga terhadap keberlangsungan industri media di daerah.
Ia meyakini bahwa para insan pers yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah praktisi yang sudah sangat ahli di bidangnya. Dengan demikian, kolaborasi yang kuat dan terstruktur akan menghasilkan publikasi yang berkualitas dan berdampak luas. Ini adalah kesempatan bagi media untuk berkontribusi lebih jauh dalam pembangunan daerah melalui peran informatif dan edukatifnya.
Dampak publikasi yang dibangun bersama antara Pemprov Sumut dan awak media diharapkan dapat menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan produktif. Keterbukaan informasi Pemprov Sumut akan memudahkan media dalam menjalankan fungsinya sebagai pilar keempat demokrasi, sekaligus membantu masyarakat untuk mendapatkan akses informasi yang valid dan terpercaya.
Sumber: AntaraNews