Gubernur Sumut Dorong Percepatan Peningkatan Modal Bank Sumut Menuju KBMI 2
Gubernur Sumut Bobby Nasution serius mendorong peningkatan modal Bank Sumut hingga mencapai kategori KBMI 2, menyusul rencana OJK menghapus KBMI 1 pada 2029 untuk memperkuat struktur perbankan nasional.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution terus mengupayakan peningkatan modal PT Bank Sumut (Perseroda) agar dapat masuk ke dalam kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2. Dorongan ini merupakan respons terhadap rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan menghapus kategori KBMI 1 pada tahun 2029.
Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat struktur industri perbankan nasional, sejalan dengan ketentuan OJK yang mensyaratkan bank memiliki modal inti minimal Rp6 triliun untuk berada di kategori KBMI 2.
Kesepakatan untuk mengejar target modal Rp6 triliun ini telah dicapai oleh para pemegang saham, termasuk pemerintah daerah, setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Sumut (Perseroda) Tahun Buku 2025 di Medan, Senin.
Target dan Kondisi Modal Bank Sumut Saat Ini
Bobby Nasution menjelaskan bahwa kategori KBMI 2 adalah kelompok bank menengah dengan modal inti antara Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Saat ini, Bank Sumut masih berada di kategori KBMI 1, dengan modal inti yang tercatat sebesar Rp5,2 triliun.
Untuk mencapai target KBMI 2, Bank Sumut masih membutuhkan tambahan modal sekitar Rp800 miliar. Hal ini menjadi prioritas mengingat kebijakan OJK yang berencana mengkonsolidasi bank-bank dengan kategori KBMI 1 pada tahun 2029.
Peningkatan modal ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi regulasi, tetapi juga untuk memperkuat fundamental bisnis dan daya saing Bank Sumut di industri perbankan yang semakin kompetitif.
Strategi Penambahan Modal dan Dukungan Pemegang Saham
Dalam upaya mencapai target KBMI 2, pemegang saham, yang meliputi Pemerintah Provinsi Sumut serta pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara, telah menyepakati beberapa langkah. Mereka sepakat untuk menyetorkan kembali 15 persen dividen tahun 2025 sebagai modal pada tahun ini.
Selain itu, Pemprov Sumut juga akan menambahkan modal sebesar Rp100 miliar pada tahun ini, dan Kabupaten Tapanuli Selatan berencana menganggarkan sekitar Rp70 miliar pada APBD 2025 untuk penambahan modal.
Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menegaskan bahwa hasil RUPS ini menjadi poin penting untuk memperkuat fundamental bisnis. Penambahan modal ini akan difokuskan untuk memperbesar kapasitas intermediasi, khususnya dalam pembiayaan sektor produktif dan program prioritas pemerintah daerah.
Harapan dan Inovasi untuk Kemandirian Bank Sumut
Gubernur Bobby Nasution berharap Bank Sumut tidak terlalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menekankan pentingnya Bank Sumut untuk memperbanyak produk yang mampu bersaing dengan bank-bank lain.
“Upaya yang kita harapkan, tentu kita minta dari sisi uangnya dulu. Pihak ketiga jangan kemahalan, kedua produknya harus banyak. Jangan cuma mengandalkan APBD, dan juga ASN,” tegas Bobby. Dengan dukungan pemegang saham, Bank Sumut akan memperkuat penghimpunan dana murah, memperluas inovasi layanan, dan menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha di daerah.
Penguatan modal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai investasi pemerintah daerah sebagai pemegang saham dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews