Wow, Kinerja Positif Bank Sumut Capai Rp539 Miliar: Gubernur Bobby Minta Naik Kelas Jadi KBMI II
Mencatatkan Kinerja Positif Bank Sumut hingga Rp539 miliar, Gubernur Bobby Nasution mendesak bank ini untuk naik kelas ke KBMI II. Apa saja strateginya?
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Afif Nasution, secara tegas menyatakan bahwa Bank Sumut harus mampu "naik kelas" setelah menunjukkan tren kinerja positif yang konsisten hingga kuartal III/2025. Pernyataan ini disampaikan Bobby di Medan pada Jumat (31/10), menyoroti capaian penting di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kinerja cemerlang yang dicapai Bank Sumut hingga akhir September 2025 ini dinilai sebagai momentum krusial untuk mempercepat langkah transformasinya. Tujuannya adalah agar Bank Sumut dapat bertransisi dari Bank Buku II menuju Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) II, sebuah peningkatan kategori yang signifikan dalam industri perbankan nasional.
Bobby Nasution menekankan bahwa peningkatan kelas ini bukan hanya sekadar target, melainkan sebuah keharusan. "Kalau kinerja sudah positif, saatnya Bank Sumut naik kelas," ujarnya, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung penuh penguatan modal dan strategi ekspansi yang dilakukan oleh Bank Sumut.
Dorongan Gubernur untuk Peningkatan Kelas
Gubernur Bobby Afif Nasution memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi pertumbuhan kinerja positif Bank Sumut. Menurutnya, hal ini membuktikan kemampuan bank daerah tersebut dalam beradaptasi, menjaga kepercayaan publik, serta memperkuat kontribusinya bagi pembangunan ekonomi di Sumatera Utara.
Pemerintah Provinsi Sumut berkomitmen penuh untuk mendukung penguatan modal Bank Sumut, termasuk melalui skema private placement. Bobby menjelaskan, "Dengan peningkatan modal melalui private placement, Bank Sumut punya ruang lebih besar mengelola dana, dan mengambil peran strategis, termasuk pengelolaan dana haji." Ini menunjukkan dukungan konkret dari Pemprov.
Selain penguatan modal, Gubernur juga menyoroti pentingnya efisiensi operasional. Ia menekankan perlunya penurunan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) Bank Sumut. Peningkatan kinerja positif Bank Sumut ini diharapkan akan berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan target sumbangan sebesar Rp289 miliar tahun ini.
"Pemprov akan terus mendukung setiap langkah transformasi Bank Sumut agar menjadi bank daerah yang tangguh, efisien, dan berdaya saing nasional. Saatnya Bank Sumut naik kelas, dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara," tegas Bobby, menggarisbawahi visi jangka panjang untuk bank tersebut.
Kinerja Keuangan Bank Sumut yang Impresif
Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bank Sumut, Arieta Aryanti, melaporkan bahwa kinerja Bank Sumut hingga September 2025 menunjukkan angka yang menggembirakan. Total aset bank mencapai Rp47 triliun, mencatat pertumbuhan sekitar 7,58 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain pertumbuhan aset, laba bersih Bank Sumut juga tercatat positif, mencapai Rp539 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 3,63 persen yoy. Meskipun terjadi pertumbuhan yang signifikan, rasio kredit bermasalah (NPL Gross) tetap berhasil dijaga pada level 2,6 persen, menunjukkan manajemen risiko yang prudent.
Arieta menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang disiplin, efisiensi operasional, dan tata kelola yang kuat. "Kami menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kehati-hatian. Pertumbuhan yang sehat ini hasil dari strategi bisnis disiplin, efisiensi operasional, dan tata kelola yang kuat," ujarnya.
Strategi Bank Sumut Menuju Daya Saing Nasional
Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut, Syafrizalsyah, mengungkapkan fokus utama bank ke depan adalah memperluas pangsa pasar, memperkuat portofolio syariah, dan menjaga kontribusi pembangunan daerah. Ia menegaskan keinginan Bank Sumut untuk lebih dekat dengan masyarakat dan memperluas akses layanan.
Transformasi digital menjadi salah satu motor utama peningkatan daya saing Bank Sumut. Melalui peluncuran Sumut Mobile versi terbaru, bank ini menghadirkan fitur digital yang lebih modern, aman, dan mudah digunakan. Ini adalah langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan nasabah di era digital.
Di sektor pembiayaan, Bank Sumut juga memperkuat peran sosialnya. Syafrizalsyah menyebutkan Program 3 Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang menawarkan kemudahan biaya akad dan balik nama. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Bank Sumut dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Kepatuhan Bank Sumut, Eksir, menegaskan komitmen manajemen terhadap penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG). "Hal ini untuk memaksimalkan nilai perusahaan, meningkatkan kinerja, dan menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang," ucap Eksir. Penerapan GCG ini mencakup aspek etika, transparansi, akuntabilitas, kepatuhan hukum, dan penguatan manajemen risiko, sebagai landasan untuk terus berbenah.
Sumber: AntaraNews