Jusuf Kalla Bantah Tegas Tudingan Danai Isu Ijazah Jokowi, Siap Lapor Bareskrim
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membantah keras tudingan dirinya mendanai pihak-pihak yang mempersoalkan keaslian ijazah Presiden Jokowi dan akan menempuh jalur hukum ke Bareskrim Polri.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), secara tegas membantah tudingan yang menyebut dirinya mendanai pihak-pihak tertentu untuk mempersoalkan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Bantahan ini disampaikan JK dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya di Jakarta pada hari Minggu.
Tudingan yang beredar luas di berbagai platform digital menyebutkan bahwa JK memberikan pendanaan sebesar Rp5 miliar terkait isu tersebut. Jusuf Kalla memastikan bahwa informasi mengenai pendanaan ini sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah.
Menyikapi tudingan serius ini, JK menyatakan akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Laporan ini bertujuan untuk meluruskan fakta dan membuktikan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar.
JK Tegaskan Tak Terlibat dan Siap Tempuh Jalur Hukum
Jusuf Kalla dengan tegas membantah keterlibatannya dalam polemik isu ijazah Presiden Jokowi, termasuk kaitannya dengan nama-nama seperti Roy Suryo atau Rismon Sianipar. Ia menekankan bahwa dirinya tidak pernah memberikan pendanaan atau dukungan kepada pihak mana pun dalam persoalan tersebut.
Menurut JK, tudingan pendanaan sebesar Rp5 miliar yang dialamatkan kepadanya adalah informasi yang tidak benar dan merupakan fitnah serius. "Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar," ujar JK saat konferensi pers.
Untuk membuktikan kebenaran dan membersihkan namanya dari tudingan pencemaran nama baik, pengacara JK, Abdul Haji Talaohu, akan mengajukan laporan resmi ke Bareskrim Polri pada Senin (5/4). Langkah hukum ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tudingan yang telah menjadi perhatian publik.
Abdul Haji Talaohu menambahkan bahwa meskipun Jusuf Kalla awalnya enggan mengurusi hal-hal yang dianggap "remeh-temeh", namun karena tudingan ini telah mendapatkan atensi publik yang luas, maka laporan polisi menjadi langkah yang perlu diambil. "Dan Pak JK tadi sudah sampaikan bahwa itu adalah fitnah, tuduhan fitnah sehingga ini harus disikapi secara serius," kata Abdul.
Klarifikasi Pertemuan di Kediaman JK yang Dikaitkan Isu Ijazah
Jusuf Kalla juga memberikan klarifikasi terkait pertemuan yang diselenggarakan di kediamannya pada bulan Ramadhan lalu, yang dihadiri oleh sejumlah akademisi dan profesional. Pertemuan tersebut, menurut JK, adalah forum diskusi untuk membahas saran-saran mengenai kondisi bangsa saat ini.
JK menegaskan bahwa pihak-pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut datang atas inisiatif mereka sendiri dan tidak diundang secara khusus olehnya. Diskusi yang berlangsung bersifat terbuka dan fokus pada kebijakan nasional.
Mantan Wapres itu memastikan bahwa pertemuan tersebut sama sekali tidak memiliki kaitan dengan polemik isu ijazah Presiden Jokowi. Ia menjelaskan bahwa saran-saran yang dihasilkan dari diskusi tersebut ditujukan untuk kebijakan Bapak Presiden, merujuk pada Presiden terpilih Prabowo Subianto.
"Itu kan terbuka kan pembicaraan itu, terbuka sama sekali. Itu hanya saran untuk kebijakan dan itu untuk Bapak Presiden (Prabowo). Ya, Bapak Presiden (Prabowo)," jelas Jusuf Kalla, membantah segala spekulasi yang mengaitkan pertemuan tersebut dengan isu ijazah.
Sumber: AntaraNews