Wamen HAM Mugiyanto Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis Kontras Andrie Yunus
Wamen Hukum dan HAM Mugiyanto mengutuk penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Jakarta pada Kamis (12/3).
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto mengutuk keras tindakan penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Jakarta pada malam hari Kamis (12/3). Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah bentuk kekerasan yang tidak bisa diterima di negara yang menghormati hukum dan hak asasi manusia.
"Saya mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap Saudara Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, yang terjadi tadi malam di Jakarta. Kekerasan seperti ini tidak dapat diterima dalam negara yang menempatkan hukum dan hak asasi manusia sebagai landasan kehidupan bersama," ungkap Mugiyanto kepada wartawan pada Jumat (13/3/2026).
Mugiyanto berpendapat bahwa kekerasan terhadap individu yang aktif dalam menyuarakan kritik dan advokasi publik merupakan ancaman serius bagi kehidupan demokrasi. Ia menekankan bahwa praktik-praktik semacam itu tidak boleh dianggap normal dalam kehidupan berbangsa.
"Siapa pun berhak menyampaikan pandangan, kritik, maupun advokasi atas isu-isu publik tanpa harus hidup dalam ancaman kekerasan. Serangan terhadap seseorang karena aktivitasnya dalam kerja-kerja pembelaan HAM adalah tindakan yang merusak rasa aman warga negara sekaligus mencederai prinsip-prinsip demokrasi," tegasnya.
Selain itu, Mugiyanto juga menyatakan bahwa insiden ini dapat mengganggu agenda besar pemerintah dalam memperkuat penghormatan terhadap hak asasi manusia. Ia menganggap tindakan tersebut bertentangan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Tindakan tersebut merusak ASTA CITA Presiden Prabowo dan merusak kerja-kerja Kementerian HAM untuk meningkatkan penghormatan terhadap hak asasi manusia," jelasnya.
Ia juga meminta agar aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap peristiwa ini dengan transparan. Menurutnya, penegakan hukum yang tegas sangat penting untuk memastikan tidak ada impunitas bagi pelaku kekerasan terhadap pembela HAM.
"Saya meminta aparat penegak hukum untuk mengusut peristiwa ini secara serius dan terbuka, sehingga pelaku serta motif di balik serangan tersebut dapat segera terungkap," tambahnya.
Mugiyanto menekankan bahwa penegakan hukum yang tegas adalah kunci agar tidak muncul kesan bahwa kekerasan terhadap pembela HAM dapat terjadi tanpa konsekuensi hukum yang jelas. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan menjamin keselamatan mereka yang berjuang untuk hak asasi manusia.
Tanggung Jawab Negara
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi setiap warganya dari ancaman kekerasan, termasuk mereka yang berjuang untuk hak asasi manusia. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memperkuat perlindungan bagi pembela hak asasi manusia melalui revisi regulasi.
"Negara memiliki kewajiban untuk memastikan setiap warga negara terlindungi dari tindakan kekerasan, termasuk mereka yang bekerja memperjuangkan hak asasi manusia. Pelindungan terhadap pembela HAM sudah kami masukkan ke dalam perubahan UU HAM yang sedang kami susun," janji dia.
Mugiyanto memastikan bahwa Kementerian HAM akan terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut. Pemerintah berharap proses hukum dapat berjalan dengan serius dan mampu memberikan keadilan bagi korban, serta mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan. Mengenai korban, Mugiyanto berharap kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi.
"Saya menyampaikan keprihatinan mendalam kepada Saudara Andrie Yunus dan keluarganya. Semoga ia mendapatkan penanganan medis yang terbaik dan dapat segera pulih. Saya pribadi merasa sedih dan berduka mengapa peristiwa ini harus terjadi," ujarnya menandasi.