Wajib Tahu! BGN Ingatkan Pentingnya SOP Pengolahan MBG untuk Cegah Keracunan Makanan
Badan Gizi Nasional (BGN) menekankan standar operasional prosedur (SOP) ketat dalam pengolahan Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mencegah keracunan. Apa saja langkah penting yang harus diperhatikan demi keamanan pangan?
Badan Gizi Nasional (BGN) secara tegas mengingatkan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dalam pengolahan bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya kasus keracunan makanan yang dapat membahayakan penerima manfaat.
Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, dalam pernyataannya di Kota Malang, Jawa Timur, pada hari Minggu, menyoroti pentingnya penggunaan air galon yang terjamin higienitasnya untuk proses memasak menu MBG. Hal ini merupakan bagian tak terpisahkan dari SOP yang telah ditetapkan dan tidak dapat ditawar.
Selain itu, kebersihan wadah makanan atau food tray juga menjadi fokus utama setelah digunakan. Petugas SPPG diwajibkan untuk segera membersihkan dan mensterilkan wadah tersebut demi menjaga kualitas dan keamanan pangan yang didistribusikan kepada masyarakat.
Pentingnya Higienitas dalam Pengolahan MBG
Salah satu aspek krusial yang ditekankan oleh BGN adalah penggunaan air yang higienis dalam setiap proses pengolahan makanan MBG. Sony Sanjaya menegaskan bahwa, "Sudah ada SOP dan perintah tidak bisa ditawar, seperti merebus, memasak harus menggunakan air dalam kemasan galon yang telah terjamin higienitasnya." Ketentuan ini berlaku mutlak untuk memastikan tidak ada kontaminasi dari sumber air yang tidak steril.
Selain kualitas air, kebersihan peralatan dan wadah juga menjadi perhatian serius. Setiap pengelola dan petugas di SPPG atau dapur MBG harus memastikan kebersihan food tray atau ompreng yang digunakan sebagai wadah menu makanan. Proses pencucian harus dilakukan secara menyeluruh segera setelah wadah dikembalikan oleh penerima manfaat.
Setelah proses pencucian, sterilisasi wadah menjadi tahapan wajib berikutnya. Sony menjelaskan bahwa, "Biasanya yang digunakan adalah oven pemanas." Penggunaan oven pemanas ini bertujuan untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme berbahaya yang mungkin masih menempel, sehingga wadah benar-benar steril dan aman untuk digunakan kembali.
Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Berkelanjutan
Untuk meningkatkan kualitas dan keamanan pengolahan MBG, BGN tidak bekerja sendiri. Mereka telah menjalin kerja sama dengan International Chef Association untuk memberikan pendampingan kepada petugas di setiap SPPG, khususnya bagi yang usia operasionalnya masih di bawah dua bulan. Asosiasi juru masak ini akan menerjunkan para chef profesional.
Para chef tersebut akan bertugas untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan petugas SPPG dalam mengolah makanan. Fokus utama pendampingan adalah pada aspek kebersihan dan kesehatan dalam setiap tahapan pengolahan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyajian akhir. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir risiko keracunan makanan.
Sony juga menyatakan bahwa BGN terus melakukan evaluasi setiap harinya untuk membenahi tata kelola di setiap SPPG. Proses evaluasi ini mencakup seluruh mekanisme operasional, mulai dari kualitas bahan baku, cara pengolahan, penyajian, hingga ketepatan jam pendistribusian paket MBG kepada para penerima manfaat. Tujuannya adalah memastikan setiap SPPG beroperasi sesuai standar yang ditetapkan.
Sanksi dan Mekanisme Keamanan Pangan
BGN tidak segan mengambil tindakan tegas terhadap SPPG yang terbukti melanggar prosedur dan menyebabkan keracunan. "Bahkan, BGN langsung melakukan penutupan sementara waktu terhadap SPPG yang menu MBG-nya dilaporkan menjadi pemicu keracunan," jelas Sony. Penutupan ini diikuti dengan penyelidikan mendalam menggunakan mekanisme tertentu.
Dalam upaya menjamin keamanan pangan, BGN juga menerapkan sistem pengawasan ketat. Sony menyebutkan adanya "security food" yang fungsinya adalah untuk mengecek kemungkinan adanya kandungan bakteri atau zat berbahaya lainnya dalam makanan. Mekanisme ini penting untuk mendeteksi dini potensi masalah keamanan pangan.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen BGN dalam menjaga kualitas dan keamanan program Makan Bergizi Gratis. Dengan SOP yang ketat, pendampingan ahli, evaluasi berkala, dan sanksi tegas, diharapkan kasus keracunan dapat dihindari, sehingga manfaat gizi dapat diterima masyarakat dengan aman dan optimal.
Sumber: AntaraNews