Bupati Serang Ajak Muslimat NU Jaga Kondusivitas Daerah dan Lestarikan Aswaja
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengajak kader Muslimat NU untuk terus menjaga kondusivitas daerah serta aktif menyebarkan syiar Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) di tengah masyarakat.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyerukan kepada seluruh kader Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan badan otonom (banom) lainnya untuk berperan aktif menjaga kondusivitas daerah. Ajakan ini disampaikan dalam upaya menyebarkan syiar ahlussunah wal jamaah (Aswaja) di wilayah Kabupaten Serang.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Zakiyah, sapaan akrab Bupati, saat menghadiri rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU. Acara penting ini berlangsung di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, pada hari Sabtu.
Bupati mengapresiasi tinggi peran Muslimat NU dan banom lainnya yang konsisten menjaga harmoni sosial. Mereka dinilai berkontribusi besar dalam menyiarkan ajaran Aswaja yang moderat di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Serang.
Peran Strategis Muslimat NU dalam Pembangunan Daerah
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menegaskan keyakinannya terhadap tekad kuat seluruh kader Muslimat NU. Mereka berkhidmat untuk menjaga tradisi Aswaja dan berkiprah aktif dalam membangun daerah sesuai kapasitas masing-masing. Apresiasi ini menunjukkan pengakuan pemerintah daerah terhadap kontribusi organisasi keagamaan.
Sebagai Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Banten, Zakiyah menjelaskan bahwa peringatan Harlah ke-80 diisi dengan berbagai kegiatan sosial. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Muslimat NU terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi dengan PC Muslimat NU dan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang menjadi bukti nyata sinergi antarlembaga. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dampak positif langsung kepada warga.
Rangkaian Bakti Sosial dan Kepedulian Muslimat NU
Dalam rangka Harlah ke-80, Muslimat NU Banten menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi sekitar 100 peserta. Selain itu, mereka juga membagikan makanan tambahan khusus untuk anak-anak yang terindikasi stunting di wilayah tersebut. Upaya ini menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Rangkaian kegiatan kepedulian sosial berlanjut dengan kunjungan ke Panti Werdha Dinas Sosial Provinsi Banten. Di sana, rombongan memberikan bantuan kasur dan makanan kepada warga lanjut usia (lansia), menunjukkan perhatian terhadap kelompok rentan.
Tidak hanya itu, Muslimat NU juga menjenguk kader yang sedang sakit di Kota Serang. Mereka turut berziarah ke makam salah satu penggagas Muslimat NU, Nyai Siti Sarah, bersama PC Muslimat NU Pandeglang, menghormati jasa para pendahulu.
Puncak Harlah dan Gerakan Lingkungan Muslimat NU
Puncak peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU rencananya akan dilaksanakan pada 25 April di Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma'mun. Acara ini dijadwalkan akan dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Arifatul Choiri Fauzi.
Selain menjaga tradisi keagamaan seperti tahlil dan selawat yang menjadi ciri khas Aswaja, Bupati Zakiyah juga menginstruksikan kader Muslimat NU untuk menjalankan Program Darling (Sadar Lingkungan). Program ini berfokus pada pengelolaan sampah rumah tangga dan masyarakat secara efektif.
Para ibu-ibu Muslimat diharapkan dapat berbuat sesuatu yang berdampak baik bagi masyarakat, seperti membersihkan dan mengelola sampah saat pengajian. Sebagai contoh nyata, mereka membagikan botol minum guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang sulit terurai, mendukung keberlanjutan lingkungan.
Sumber: AntaraNews