Bupati Serang Dorong MUI Aktif Tangkal Hoaks dan Dampak Negatif Medsos pada Generasi Muda

Bupati Serang meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serang berperan aktif menangkal hoaks dan membentengi generasi muda dari dampak negatif medsos, menekankan sinergi ulama dan umara.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Serang Dorong MUI Aktif Tangkal Hoaks dan Dampak Negatif Medsos pada Generasi Muda
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meminta MUI aktif tangkal hoaks dan membentengi generasi muda dari dampak negatif medsos. Simak peran ulama dalam menjaga moralitas di era digital. (AntaraNews)

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, secara tegas meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serang untuk mengambil peran lebih aktif. Permintaan ini disampaikan dalam upaya menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks yang meresahkan masyarakat. Selain itu, MUI diharapkan mampu membentengi generasi muda dari berbagai dampak negatif penggunaan media sosial yang kian masif.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Zakiyah saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) MUI Kabupaten Serang Tahun 2026 pada Senin (17/3). Acara penting ini berlangsung di Aula Tb Suwandi, Serang, dengan mengusung tema "Sinergi Ulama dan Umara Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Serang Bahagia yang Religius dan Harmonis". Tema ini mencerminkan harapan besar terhadap kolaborasi lintas sektor.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyoroti secara khusus isu degradasi moral di kalangan remaja sebagai tantangan nyata yang diakibatkan oleh imbas negatif media sosial. Pemerintah daerah menyadari sepenuhnya bahwa persoalan kompleks ini tidak dapat ditangani secara mandiri. Oleh karena itu, dukungan penuh dari kalangan ulama menjadi sangat krusial dan diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Ratu Rachmatuzakiyah, Bupati Serang, menekankan bahwa degradasi moral di kalangan remaja merupakan konsekuensi nyata dari penggunaan media sosial yang tidak bijak. Fenomena ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah yang membutuhkan solusi komprehensif. Bupati Serang secara terbuka mengakui bahwa pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan ini.

Oleh karena itu, sinergi antara ulama dan umara menjadi kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang religius dan harmonis di Kabupaten Serang. Peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) diharapkan dapat menjadi garda terdepan. Mereka diharapkan mampu memberikan pencerahan dan bimbingan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar terhindar dari pengaruh buruk media sosial.

Selain isu moral, Bupati juga menyoroti bahaya hoaks yang berpotensi merusak keharmonisan sosial. MUI diharapkan dapat merumuskan program kerja yang tidak hanya konkret, tetapi juga solutif dan adaptif. Program-program ini harus mampu menjawab persoalan hoaks dan dampak negatif medsos secara berkelanjutan, memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Bupati Serang menyarankan agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengintensifkan sosialisasi. Sosialisasi ini dapat dilakukan melalui berbagai majelis taklim yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Serang. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menjangkau lapisan masyarakat secara luas, terutama para orang tua.

Edukasi kepada orang tua, khususnya ibu-ibu, menjadi sangat vital dalam membimbing anak-anak mereka. Pendampingan orang tua merupakan kunci utama dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada generasi muda. Hal ini bertujuan agar mereka lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Kontrol dan bimbingan dari keluarga sangat diperlukan.

Dengan adanya edukasi yang masif dan terstruktur, diharapkan masyarakat, terutama remaja, dapat memilah informasi. Mereka juga diharapkan mampu menggunakan media sosial untuk hal-hal positif. Upaya ini akan membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan aman bagi perkembangan generasi penerus bangsa.

Menanggapi permintaan dan harapan dari Bupati Serang, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serang, KH Muhit, menyatakan kesiapannya. Beliau menegaskan komitmen MUI untuk menggerakkan seluruh kepengurusan hingga tingkat kecamatan. Langkah ini menunjukkan keseriusan MUI dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.

Edukasi mengenai karakter anak akan menjadi fokus utama dalam setiap pengajian rutin yang diselenggarakan. KH Muhit menjelaskan bahwa pengajian-pengajian tersebut akan menyarankan jemaah untuk membimbing anak-anak. Tujuannya adalah agar anak-anak menjadi generasi yang saleh dan salehah, mampu menangkal pengaruh buruk lingkungan dan media sosial.

Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ini juga dihadiri oleh tokoh penting lainnya, seperti Ketua MUI Banten KH A. Bazari Syam dan Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Serang Abdul Gofur. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas terhadap upaya MUI. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Serang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi