Viral Gedung DPRD Pesawaran Hancur hingga Temboknya Rontok, Ini Penjelasan Wakil Ketua
Berdasarkan video yang di terima, tampak pada bagian depan gedung hancur
Viral, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran ambruk pada Jumat (23/5) sekitar pukul 13.00 Wib.
Berdasarkan video yang di terima, tampak pada bagian depan gedung hancur, sementara atap bangunan ambrol dan menimpa beberapa ruangan hingga mengalami kerusakan parah.
Beberapa alat kerja seperti meja, kursi serta perangkat alat elektronik yang dipergunakan untuk bekerja tampak hancur akibat tertimpa reruntuhan. Tampak terlihat dinding-dinding pada beberapa siai bangunan terlihat retak parah hingga runtuh dan menyisahkan puing-puing yang berserakan.
Beruntungnya tak ada korban jiwa akibat runtuhnya bangunan tersebut, namun seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengalami luka ringan.
Atas peristiwa itu, Wakil Ketua I DPRD Pesawaran, M. Nasir pun membenarkan dan mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi ketika kantor masih beraktivitas.
"Kejadian itu sekitar 13.00 Wib, saya juga tidak bisa memastikan penyebabnya, tapi memang gedung ini sudah kami khawatirkan dari beberapa tahun terakhir," katanya.
Ia menjelaskan bahwa bangunan yang dibangun sejak 2012 sudah lama tak layak, namun karena keterbatasan anggaran sehingga belum dilakukan renovasi.
"Sejak saya dilantik pada 20 Agustus 2024 lalu, kami sudah beberapa kali melakukan diskusi tentang pembangunan dan renovasi, dan sempat usulkan efisiensi anggaran DPRD agar bisa digunakan untuk memperbaikinya, tapi tidak terlaksana," jelasnya Nasir.
Perbaikan
Meski begitu lanjut Nasir, ia pernah menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menghitung estimasi biaya perbaikan gedung.
"Agar bisa diusulkan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di 2026, tapi ternyata tidak jadi," ungkapnya.
Nasir berharap agar pemerintah daerah dapat segera mengambil alih penanganan kondisi gedung dan melakukan evaluasi menyeluruh.
"Inilah pentingnya tindakan cepat agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu, dan proses kerja juga bisa lebih efektif," pungkasnya.