Heboh Video Mesum Sejoli di Batang Jateng Tersebar, Polisi Turun Tangan
Pemanggilan sepasang kekasih untuk dimintai klarifikasi asal usul dugaan video yang sudah menyebar luas di semua saluran perpperpesanan.
Viral video yang tersebar di media sosial (medsos) memperlihatkan sepasang kekasih asal Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah menjadi korban penyebaran konten pribadi tak senonoh.
Kabar yang diunggah dalam akun Twiter sepasang kekasih TA (19) dan SE (26) tersebut dilakukan pemanggilan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batang pada Selasa 21 April 2026 lalu. Pemanggilan sepasang kekasih untuk dimintai klarifikasi asal usul dugaan video yang sudah menyebar luas di semua saluran perpperpesanan.
"Pemanggilan ini untuk klarifikasi terkait konten yang beredar dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti, Kamis (23/4).
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kronologi kejadian, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang berperan dalam penyebaran video tanpa izin.
"Semua akan didalami, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam penyebaran,” ungkapnya.
Informasi yang beredar menyebutkan video tersebut awalnya direkam untuk konsumsi pribadi, namun kemudian bocor dan menyebar ke publik tanpa sepengetahuan salah satu pihak.
Kondisi ini tidak hanya memicu perhatian luas, tetapi juga berdampak pada tekanan psikologis terhadap pihak yang terlibat beserta keluarganya.
Sebagai respons, kedua keluarga disebut telah menempuh jalur kekeluargaan, termasuk dengan melangsungkan pernikahan pasangan tersebut pada Minggu 19 April 2026. Meski demikian, proses hukum tetap berjalan dan tidak berhenti pada penyelesaian personal.
Pelanggaran UU ITE
Polisi akan terus mengusut tuntas dugaan pelanggaran hukum, khususnya terkait penyebaran konten pribadi tanpa izin yang berpotensi melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
"Jika memenuhi unsur pidana, pihak yang ikut menyebarkan juga bisa dimintai pertanggungjawaban hukum,” jelasnya.
Polisi Kumpulkan Barang Bukti
Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti guna mengungkap secara utuh konstruksi perkara, termasuk menelusuri sumber awal penyebaran.
"Kasus penyelidikan terus berjalan dan Polres setiap perkembangan kasus akan disampaikan sesuai hasil penyelidikan," pungkasnya.