DPR & Pemerintah Lalai Awasi Pembangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Ia mengakui ada kelalaian dalam proses pembangunannya.
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menyayangkan tragedi ambruknya musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. Ia mengakui ada kelalaian dalam proses pembangunannya.
"Kalau kita bertanya apakah ini ada kesalahan kelalaian, tentu iya. Dapat dipastikan ya struktur bangunannya kurang memadai," kata Marwan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/10).
Menurutnya, kelalaian tak hanya pada pihak Pesantren. Melainkan, pemerintah dan DPR juga turut lalai lantaran dalam pengawasan alias melakukan pembiaran.
"Tetapi ini tidak saja kelalaian ini ada di pihak pesantren, yang punya otoritas mengatakan iya atau tidak bangunan itu kan memang ada petugasnya. Sehingga dibutuhkan ada IMB," ujarnya.
"Ternyata kita juga membiarkan itu, membiarkan pesantren membangun sendiri tanpa diawasi," sambungnya.
Politikus PKB itu mengingatkan, tragedi tersebur harus menjadi pelajaran untuk semua pihak agar berbenah. Ia juga mendorong agar izin mendirikan bangunan (IMB) terhadap pesantren dapat dipermudah.
"Saya kira ini ya kembali lagi, kalau diusut ya pesantren salah, tapi pemerintah juga salah, tidak mengawasi,” pungkasnya.
DPR Minta Pembangunan Ponpes Diawasi Ketat
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menyayangkan peristiwa runtuhnya gedung musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang menewaskan puluhan santri.
Ia menegaskan, jika terdapat indikasi pelanggaran hukum dalam kasus tersebut, maka harus diproses secara hukum.
“Jika memang ada pelanggaran hukum, dari Komisi VIII diselesaikan jalur hukum, karena ini menyebabkan meninggalnya para santri,” kata Singgih kepada wartawan, Senin (6/10/2025).
Selain itu, Singgih mengingatkan agar pengawasan terhadap pembangunan ponpes diperketat. Ia menilai, setiap proses pembangunan harus dilakukan secara profesional oleh tenaga ahli agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
“Kita menghimbau supaya ada pembangunan harus diawasi dan dilaksanakan oleh yang ahlinya. Kita sangat prihatin dan menyesalkan musibah ini,” pungkasnya.
Hingga pencarian hari ketujuh, total korban yang berhasil ditemukan mencapai 156 orang. Dari jumlah tersebut, 104 orang selamat, sementara 52 orang meninggal dunia, termasuk 5 bagian tubuh yang masih dalam proses identifikasi.