Menanti Restu Menko: Pembangunan Kembali Pesantren Al Khoziny yang Renggut 171 Korban
Pembangunan kembali Pesantren Al Khoziny yang roboh masih menunggu persetujuan akhir Menko Muhaimin Iskandar. Simak detail komitmen pemerintah dan alokasi APBN untuk fasilitas pendidikan ini.
Rencana pembangunan kembali Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang bangunannya roboh pada 29 September lalu, kini berada di tangan Menteri Koordinator (Menko) Muhaimin Iskandar. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa keputusan akhir tidak berada padanya, melainkan pada Menko Iskandar. Insiden ini berdampak pada 171 orang, dengan 104 di antaranya berhasil selamat.
Meskipun demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Pekerjaan Umum (PUPR) Dody Hanggodo telah menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung rencana rehabilitasi tersebut. Sadewa menegaskan bahwa ia tidak akan keberatan mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk proyek ini. Dukungan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak bencana dan memastikan keberlanjutan pendidikan.
Persetujuan dari Menko Iskandar menjadi kunci utama agar dana APBN dapat segera dimobilisasi secara tepat dan efisien. Komitmen pemerintah ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan dan rekonstruksi pasca-bencana, sekaligus menjamin keselamatan lingkungan belajar mengajar bagi para santri. Langkah ini menjadi bukti kehadiran negara dalam menghadapi musibah yang menimpa institusi pendidikan.
Kesiapan Anggaran dan Dukungan Kementerian
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan kembali Pesantren Al Khoziny. "Keputusan akhir bukan pada saya, tetapi pada Bapak Iskandar. Pada prinsipnya, saya dan Menteri Pekerjaan Umum (Dody Hanggodo) siap untuk rencana ini," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Jumat.
Sadewa menyatakan bahwa ia tidak akan keberatan mengalokasikan APBN untuk rehabilitasi pesantren yang bangunan empat lantainya roboh tersebut. Insiden ini menyebabkan 171 orang terdampak, dengan 104 di antaranya berhasil selamat. Kesediaan Menteri Keuangan ini menunjukkan prioritas pemerintah terhadap pemulihan fasilitas pendidikan.
"Saya selalu siap memberikan lampu hijau sebagai penjaga anggaran. Saya tidak menemukan masalah selama dana kita dimobilisasi dengan benar dan tepat waktu dengan persetujuan Menteri Iskandar," tambah bendahara negara tersebut. Pernyataan ini memberikan sinyal positif terkait ketersediaan dana untuk proyek pembangunan kembali Pesantren Al Khoziny.
Peran Menko Muhaimin Iskandar dan Komitmen Pemerintah
Sebelumnya, Menteri Koordinator Muhaimin Iskandar telah mengonfirmasi bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menyalurkan sebagian APBN. Dana ini akan digunakan untuk membantu pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, membangun kembali gedung yang roboh. Keputusan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan dan rekonstruksi setelah bencana.
Iskandar menekankan bahwa keputusan tersebut juga bertujuan untuk memastikan keselamatan lingkungan belajar dan mengajar. "Pemerintah menganggap upaya menjamin keselamatan dalam pendidikan sebagai tanggung jawab dan prioritas utama. Langkah ini adalah bukti kehadiran pemerintah," kata Iskandar di kantornya di Jakarta pada Selasa (14 Oktober).
Pemerintah memandang pesantren sebagai lembaga yang memiliki peran krusial dalam membentuk identitas bangsa, bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, upaya pemulihan dan peningkatan keselamatan menjadi sangat penting. Komitmen ini menunjukkan apresiasi pemerintah terhadap kontribusi pesantren dalam pendidikan nasional.
Evaluasi Nasional dan Penegakan Hukum
Di tengah tekanan publik untuk tindakan hukum terhadap pihak yang diduga lalai, Iskandar menggarisbawahi bahwa penegakan hukum akan berjalan seiring dengan peningkatan keselamatan. "Anak-anak kita adalah masa depan bangsa ini. Tindakan hukum atas kesalahan atau kelalaian harus diambil, tetapi memastikan keselamatan generasi muda kita dalam belajar adalah yang terpenting," jelasnya.
Iskandar juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan kepedulian mendalam terhadap pesantren. Presiden Prabowo juga telah memerintahkan evaluasi nasional terhadap integritas struktural bangunan pesantren. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Langkah evaluasi ini merupakan upaya proaktif pemerintah untuk melindungi para santri dan tenaga pengajar di seluruh Indonesia. Dengan demikian, insiden robohnya Pesantren Al Khoziny diharapkan menjadi pelajaran berharga untuk perbaikan sistem keselamatan bangunan pendidikan secara menyeluruh.
Sumber: AntaraNews