Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Bangka Tengah. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan madrasah tersebut dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi iman dan takwa yang kokoh. Hal ini disampaikan dalam acara penting yang diselenggarakan baru-baru ini.
Momen penghargaan tersebut berlangsung saat Pengukuhan dan Wisuda Tahfiz Al Quran Angkatan IX Vantera Generation MAN IC Bangka Tengah. Acara sakral ini digelar di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu MAN IC Bangka Tengah, yang berlokasi di Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah. Kehadiran Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan berkualitas.
Menurut Algafry, MAN IC Bangka Tengah telah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang mampu menyeimbangkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dengan penguatan iman dan takwa (imtak). Keberhasilan ini selaras dengan visi melahirkan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan zaman. Madrasah ini menjadi harapan besar bagi masa depan daerah.
Advertisement
Advertisement
Perjuangan Pendirian dan Visi Pendidikan MAN IC Bangka Tengah
Bupati Algafry Rahman mengenang kembali perjuangan awal berdirinya MAN IC Bangka Tengah, sebuah upaya kolektif yang dimulai sejak dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Bangka Tengah. Pada sekitar tahun 2015, pemerintah daerah bersama Bupati Erzaldi Rosman saat itu, berupaya keras agar madrasah ini dapat berdiri di Bangka Tengah. Mereka meyakini potensi besar MAN IC dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul.
Antusiasme yang tinggi dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan pendirian MAN IC di wilayah tersebut. “Sekitar tahun 2015 saya masih ingat hadir di sini sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah. Begitu antusiasnya kami semua ingin bersama-sama membantu MAN IC ini supaya berdiri di Kabupaten Bangka Tengah,” kata Algafry, menggarisbawahi semangat kolaborasi. Kehadiran madrasah ini diharapkan mampu menjadi pusat keunggulan pendidikan.
Keberhasilan MAN IC Bangka Tengah meluluskan angkatan kesembilan menjadi bukti nyata dari visi tersebut. Madrasah ini terbukti mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan nilai religius yang mendalam. Konsep pendidikan ini sejalan dengan cita-cita bangsa untuk memiliki generasi penerus yang berintegritas.
Advertisement
Advertisement
Menyeimbangkan IPTEK dan IMTAK: Inspirasi BJ Habibie
Konsep pendidikan yang diterapkan oleh MAN IC Bangka Tengah dinilai sangat selaras dengan gagasan besar mendiang BJ Habibie. Almarhum Presiden ketiga Indonesia tersebut selalu menginginkan lahirnya generasi yang unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa sedikit pun meninggalkan nilai-nilai keimanan dan akhlak. MAN IC mewujudkan filosofi ini dalam kurikulum dan pembelajarannya.
Algafry Rahman menegaskan bahwa MAN IC tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual semata. “MAN IC ini bukan hanya melahirkan anak-anak yang pintar dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak dan pemahaman agama yang baik. Ini yang menjadi kekuatan generasi masa depan,” ujarnya, menyoroti pentingnya keseimbangan. Pendekatan holistik ini menjadi keunggulan madrasah.
Para lulusan MAN IC Bangka Tengah diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan kemajuan sains dengan nilai-nilai spiritual. Mereka dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebaikan. Hal ini merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan Bangka Tengah dan Indonesia secara keseluruhan.
Advertisement
Advertisement
Pesan Bupati untuk Para Hafidz dan Orang Tua
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Algafry Rahman secara khusus memberikan pesan kepada para penghafal Al Quran yang baru saja diwisuda. Ia menekankan pentingnya menjadikan hafalan Al Quran sebagai pedoman hidup yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Hafalan tersebut bukan sekadar prestasi, melainkan sebuah tanggung jawab moral.
“Jangan sampai kita menghafal Al Quran hanya ingin dipanggil hafidz. Segala amal ibadah harus dilakukan dengan keikhlasan,” kata Algafry, mengingatkan tentang esensi keikhlasan dalam beribadah. Pesan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai luhur dan menghindari motivasi yang keliru.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan para orang tua mengenai peran krusial mereka dalam mendampingi anak-anak. Orang tua diharapkan terus membimbing anak-anak, terutama dalam menjaga salat dan kebiasaan membaca Al Quran. Hal ini dianggap sebagai pondasi moral yang kuat di tengah pesatnya perkembangan zaman dan berbagai tantangan modern.
Advertisement
Sumber: AntaraNews