Gibran Bagi Sepeda Santri di Haul KH Wahab Chasbullah, Kagum Jawaban Calon Pemimpin
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membagikan sepeda kepada santri di Jombang saat Haul KH. Abd. Wahab Chasbullah. Ia terkesan dengan jawaban santri tentang kebanggaan menjadi santri, menyebutnya seperti debat capres.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membagikan dua unit sepeda kepada santri di Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (10/5). Acara tersebut berlangsung dalam rangka pengajian umum Haul Ke-55 KH. Abd. Wahab Chasbullah. Pembagian sepeda ini menjadi sorotan di tengah rangkaian kegiatan haul yang khidmat.
Gibran secara langsung meminta panitia untuk memilih satu santri perempuan dan satu santri laki-laki sebagai penerima sepeda. Sebelum menyerahkan hadiah, Gibran mengajukan pertanyaan sederhana kepada kedua santri tersebut. Ia ingin mengetahui alasan utama mereka bangga menjadi seorang santri.
Pertanyaan ini dijawab dengan lugas dan inspiratif oleh kedua santri, yang membuat Gibran terkesan. Momen ini menunjukkan interaksi langsung Wapres dengan generasi muda pesantren.
Semangat Santri Berakhlak dan Berkiprah
Ahmad Alfir Ismail, santri asal Magelang, Jawa Tengah, mengungkapkan kebanggaannya menjadi santri karena termotivasi oleh tiga moto. Moto tersebut adalah berakhlak, berilmu, dan berkiprah di masyarakat. Ia menjelaskan, nilai-nilai ini menjadi pondasi kuat dalam kehidupannya sebagai santri.
Selama menimba ilmu di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Ahmad diajarkan sopan santun dan tata krama oleh para pengasuh. Selain itu, ia juga mendapatkan beragam ilmu pengetahuan dari para guru di lingkungan pesantren. Pendidikan komprehensif ini membentuk karakter santri yang utuh.
Ahmad juga menyoroti nilai berkiprah di masyarakat yang dicontohkan oleh KH Abd. Wahab Chasbullah. Sosok pendiri Nahdlatul Ulama ini adalah pejuang kemerdekaan Republik Indonesia yang patut diteladani. Jawaban Ahmad tersebut membuat Gibran kagum dan berkelakar, "Wah ini kayak debat capres ini," disambut tawa hadirin.
Santri Sebagai Calon Pemimpin Masa Depan
Santri perempuan bernama Indy Febrianti Valentina dari Jombang juga menyampaikan pandangannya mengenai kebanggaan menjadi santri. Ia bangga karena selain mencari ilmu, santri juga dididik untuk memiliki akhlak yang baik. Indy menekankan pentingnya adab dalam proses belajar.
Menurut Indy, seorang santri tidak hanya menetap di pondok pesantren, tetapi juga harus mampu menerapkan ilmunya di masyarakat. Setelah menyelesaikan pendidikan, santri diharapkan dapat memberi manfaat kepada lingkungan sekitarnya. Ini menunjukkan visi santri yang berorientasi pada pengabdian.
Menanggapi jawaban kedua santri, Wakil Presiden Gibran menilai mereka adalah calon pemimpin masa depan. Ia yakin bahwa masa depan pondok pesantren akan cerah dengan hadirnya generasi penerus yang luar biasa ini. Gibran memuji kualitas jawaban para santri yang inspiratif.
Meneladani Tokoh Bangsa dan Tantangan Zaman
Dalam sambutannya, Gibran menekankan pentingnya meneladani sosok KH. Abd. Wahab Chasbullah. Tokoh ini dikenal sebagai penggerak yang mewarisi semangat persatuan, cinta tanah air, dan keberanian berpikir maju. Komitmen kuat beliau terhadap kemajuan bangsa wajib dicontoh oleh para santri.
Gibran juga menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan anak-anak muda yang berakhlak mulia, cinta tanah air, dan berani berinovasi. Mereka juga harus mampu beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman yang cepat. Hal ini relevan mengingat tantangan global saat ini.
Wakil Presiden menyoroti konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, disrupsi teknologi, dan perubahan iklim sebagai tantangan. Santri diharapkan mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut. KH. Abd. Wahab Chasbullah, yang lahir di Jombang pada 31 Maret 1888 dan wafat pada 29 Desember 1971, telah dianugerahi gelar pahlawan nasional pada tahun 2014 oleh Presiden Joko Widodo.
Kehadiran Gibran dalam acara Haul Ke-55 KH. Abd. Wahab Chasbullah ini didampingi oleh beberapa tokoh penting. Di antaranya adalah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Jombang Warsubi. Turut hadir pula Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum K.H. M. Hasib Wahab Chasbullah, serta Pengasuh Pondok Pesantren Minggir, Sleman K.H Ahmad Muwafiq dan Pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, Jember K.H Mushoddiq Fikri Farouq.
Sumber: AntaraNews