Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini memberikan motivasi mendalam kepada ribuan santri di Probolinggo. Beliau menegaskan peran penting santri sebagai pewaris kepemimpinan umat di masa depan, sebuah pesan yang disampaikan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Acara yang berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Qodim Paiton, Kabupaten Probolinggo, pada Minggu (21/9) ini menjadi momentum berharga. Kehadiran Syeikh Afeefuddin Al Jailani, cicit dari Sulthanul Auliya' Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, turut menambah kekhidmatan suasana.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyoroti antusiasme para santri yang serius menyimak setiap ceramah. Hal ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk mengemban amanah sebagai pemimpin umat di berbagai sektor kehidupan kelak.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Ilmu dan Takwa bagi Pemimpin Umat
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kebanggaannya melihat semangat luar biasa para santri dalam mengikuti majelis ilmu. Beliau menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya untuk meneladani karakter Rasulullah, tetapi juga sebagai motivasi untuk berprestasi dan memimpin.
Menurut Khofifah, santri memiliki potensi besar untuk menjadi pewaris estafet kepemimpinan umat. "Saya percaya para santri di sini Insya Allah adalah pewaris dari estafet kepemimpinan umat," ujarnya, memberikan semangat kepada para peserta.
Namun, untuk mencapai tujuan mulia tersebut, Khofifah mengingatkan pentingnya terus memperkaya diri dengan ilmu. Beliau mengutip firman Allah dalam QS Al-Mujadalah ayat 11 yang menegaskan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.
Advertisement
Lebih lanjut, Gubernur Jatim juga mengutip nasihat dari Syeikh Afeefuddin yang menyatakan bahwa bertambahnya ilmu akan diiringi dengan bertambahnya ketakwaan. Dengan bekal ilmu dan takwa yang kuat, seorang pemimpin diharapkan mampu membawa kebaikan bagi umat.
Advertisement
Meneladani Ulama dan Membangun Kepercayaan Diri
Syeikh Afeefuddin Al Jailani, yang memimpin acara Maulid Nabi tersebut, juga menyampaikan mauidhoh dan Ijazah Kubro Manaqib Syeikh Abdul Qadir Jaelani. Beliau menjelaskan bahwa sejarah mencatat banyak ulama dan tokoh dunia lahir dari majelis ilmu serupa.
Sebagai contoh, Syeikh Afeefuddin menyebut nama-nama besar seperti Imam Junaid al-Baghdadi dan Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani. "Mereka besar tentu dengan niat dan keikhlasan, sehingga mereka derajatnya diangkat Allah SWT," kata Syeikh Afeefuddin.
Beliau juga menambahkan bahwa Allah, Rasulullah, dan keluarga akan berbahagia dengan keberadaan santri yang berilmu dan bertakwa. Hal ini menjadi dorongan moral bagi para santri untuk terus berjuang dalam menuntut ilmu.
Advertisement
Syeikh Afeefuddin berpesan agar santri-santri memiliki kepercayaan diri yang tinggi, setelah bertawakal kepada Allah SWT. "Bagi siapa yang di dalam hatinya tidak ada kepercayaan diri, itu godaan setan. Jadi percaya dirilah bahwa kalian akan menjadi orang yang berhasil," tegasnya, menanamkan optimisme pada calon pemimpin masa depan.
Sumber: AntaraNews