Menko PM Muhaimin Tekankan Kualitas dan Ketepatan Waktu Rekonstruksi Pesantren Al Khoziny
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar meminta proyek Rekonstruksi Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo selesai tepat waktu, berkualitas, dan bebas korupsi, dengan anggaran APBN Rp125 miliar.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Abdul Muhaimin Iskandar baru-baru ini menyampaikan pesan penting terkait proyek rekonstruksi Pesantren Al Khoziny. Ia menekankan agar pembangunan kembali pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, ini dapat berjalan sesuai rencana. Pesan ini disampaikan saat peletakan batu pertama proyek tersebut.
Proyek rekonstruksi ini menjadi sorotan setelah insiden robohnya bangunan pesantren pada 29 September lalu. Pemerintah melalui APBN telah mengalokasikan dana signifikan untuk memastikan fasilitas pendidikan ini dapat berdiri kembali dengan lebih baik. Tujuannya adalah memastikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi para santri.
Muhaimin Iskandar secara khusus meminta agar seluruh pihak yang terlibat dalam Rekonstruksi Pesantren Al Khoziny menjaga integritas dan kualitas pekerjaan. Hal ini demi menghindari praktik korupsi dan memastikan hasil pembangunan yang kuat serta tahan lama. Keberkahan bagi semua pihak yang terlibat juga menjadi harapan utama.
Anggaran dan Harapan Kualitas Proyek Rekonstruksi Pesantren Al Khoziny
Dalam kunjungan kerjanya, Menko PMK Abdul Muhaimin Iskandar mengumumkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp125 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana besar ini diperuntukkan bagi pembangunan ulang Pesantren Al Khoziny yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Angka tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung fasilitas pendidikan keagamaan.
Muhaimin Iskandar secara tegas berpesan agar proses rekonstruksi ini tidak hanya cepat selesai, tetapi juga menghasilkan bangunan yang berkualitas tinggi. "Semoga pembangunan cepat selesai, kuat, berkualitas, tidak dikorupsi, lancar, membawa keberkahan buat semua yang terlibat, berkah buat semua yang membantu,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (11/12). Pesan ini menjadi penekanan penting bagi seluruh pelaksana proyek.
Ia menambahkan, semua aspek pembangunan ulang Pesantren Al Khoziny telah ditangani langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Keterlibatan kementerian teknis ini diharapkan dapat menjamin standar konstruksi yang baik dan sesuai dengan pedoman keselamatan. Pengawasan ketat diperlukan untuk memastikan anggaran digunakan secara efektif dan efisien.
Detail Pembangunan dan Pentingnya Budaya Keselamatan
Rencana rekonstruksi gedung Pesantren Al Khoziny akan mencakup lahan seluas 4.157 meter persegi. Desain bangunan baru ini akan terdiri dari sebuah gedung utama berlantai lima yang berfungsi sebagai asrama dan ruang-ruang pendidikan. Selain itu, satu gedung lainnya akan difungsikan sebagai masjid dengan empat lantai, menunjukkan peningkatan fasilitas yang signifikan.
Tragedi robohnya bangunan pondok pesantren pada 29 September lalu menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya memperkuat "kultus keselamatan" dalam setiap proses pembangunan. Hal ini berarti setiap tahapan konstruksi harus mengutamakan aspek keamanan dan standar bangunan yang kokoh.
"Kita semua harus menjadikan momentum hari ini dan yang lalu sebagai pengingat, wake up call, penyadar sebagai tempat kita untuk bangkit melihat dan menata masa depan yang lebih baik," kata Muhaimin Iskandar. Pernyataan ini menegaskan bahwa insiden tersebut harus menjadi pemicu untuk perbaikan menyeluruh. Kegiatan peletakan batu pertama ini juga dihadiri oleh Bupati Sidoarjo serta perwakilan Kementerian Agama dan Kementerian PU, yang tergabung dalam Satgas Penataan Pembangunan Pesantren.
Sumber: AntaraNews