Targetkan Kemiskinan Ekstrem 0 Persen di 2026, Cak Imin Fokus Cegah Kelas Menengah Turun Kelas
Menko PM Muhaimin Iskandar targetkan kemiskinan ekstrem 0% pada 2026. Fokus beralih pada pemberdayaan masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat struktur kesejahteraan masyarakat guna menghadapi tekanan ekonomi global.
Pria yang akrab disapa Cak Imin ini menyatakan bahwa fokus pemerintah saat ini tidak hanya menyasar kelompok miskin, tetapi juga menjaga agar kelas menengah tidak merosot ke bawah.
“Di tengah tekanan ekonomi yang semakin kompleks, kemiskinan masih menjadi tantangan mendasar, ditandai dengan menurunnya jumlah kelas menengah dan meningkatnya kelompok rentan miskin. Kondisi ini menunjukkan struktur kesejahteraan masyarakat belum sepenuhnya kokoh,” ujar Cak Imin dalam siaran pers, Jumat (6/3/2026).
Pemberdayaan Kunci
Pemerintah kini mulai menggeser fokus kebijakan dari sekadar perlindungan sosial menjadi pemberdayaan aktif.
Cak Imin menegaskan bahwa bantuan sosial (bansos) ke depan hanya akan berfungsi sebagai bantalan sementara, sementara kunci utama agar masyarakat naik kelas adalah melalui pemberdayaan.
“Pemerintah kini memasuki paradigma baru pembangunan kesejahteraan, dari pendekatan yang semata berorientasi pada perlindungan sosial menuju pemberdayaan masyarakat,” tegas Ketua Umum PKB tersebut.
Menurutnya, pengabaian terhadap indikator kemiskinan dalam perencanaan daerah berisiko membuat alokasi anggaran menjadi tidak tepat sasaran.
Dengan paradigma baru ini, masyarakat didorong untuk menjadi pelaku pembangunan yang produktif.
“Masyarakat tidak hanya menerima bantuan tetapi kita dorong menjadi pelaku pembangunan,” tambahnya.
Target Ambisius dan Paket Kebijakan Konkret
Pemerintah telah menetapkan sasaran angka kemiskinan ekstrem menyentuh 0% pada tahun 2026, serta menekan angka kemiskinan nasional hingga maksimal 5% pada 2029.
Untuk mencapai hal tersebut, Kemenko PM telah meluncurkan sejumlah pilot project nasional yang komprehensif.
Beberapa program unggulan yang disiapkan antara lain "Miskin Ekstrem Pasti Kerja" yang memberikan pelatihan serta penempatan kerja langsung, hingga pembangunan 10.000 hunian bagi pekerja untuk menekan biaya hidup.
Selain itu, terdapat program "Pasar 1.001 Malam" untuk UMKM, "SMK Go Global" guna mencetak SDM kompetitif, serta penghapusan piutang iuran jaminan kesehatan bagi warga miskin.
“Pendekatan ini tidak hanya melindungi kelompok miskin, tetapi juga memperkuat daya tahan kelompok rentan dan kelas menengah agar tetap produktif dan memiliki akses terhadap peluang ekonomi,” pungkas Cak Imin.