Menko PM Tekankan Pentingnya Kolaborasi Indonesia Berdaya untuk Kesejahteraan Rakyat

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyoroti urgensi sinergi pemerintah dan filantropi dalam Kolaborasi Indonesia Berdaya. Gerakan ini bertujuan menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menko PM Tekankan Pentingnya Kolaborasi Indonesia Berdaya untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyoroti urgensi sinergi pemerintah dan filantropi dalam Kolaborasi Indonesia Berdaya. Gerakan ini bertujuan menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. (AntaraNews)

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga filantropi. Kolaborasi ini krusial dalam gerakan Kolaborasi Indonesia Berdaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tujuannya adalah menanggulangi kemiskinan secara efektif dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara peluncuran Kolaborasi Indonesia Berdaya di Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta, pada Kamis lalu. Acara ini mengusung tema "Pulih Bersama, Bangkit Berdaya". Momentum ini diharapkan dapat menyatukan pengalaman panjang kedua belah pihak.

Inisiatif ini bertujuan membangun pendekatan baru yang lebih efektif dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Meskipun angka kemiskinan telah menurun, tantangan masih besar. Kolaborasi ini menjadi kunci mencapai target penghapusan kemiskinan ekstrem 0 persen pada tahun 2026.

Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui gerakan Kolaborasi Indonesia Berdaya harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Sinergi antara pemerintah dan lembaga filantropi dianggap sebagai kemitraan sejajar. Kemitraan ini bertujuan menghadirkan program-program yang efektif di lapangan.

Menurutnya, penanggulangan kemiskinan selalu menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan bangsa. Upaya peningkatan kesejahteraan dan penanggulangan kemiskinan terus menjadi fokus utama pemerintah. Kolaborasi Indonesia Berdaya diharapkan mempercepat pencapaian tujuan tersebut.

Momentum peluncuran ini sangat penting untuk menyatukan berbagai pengalaman. Baik pengalaman pemerintah maupun gerakan filantropi dapat bersatu. Tujuannya adalah merumuskan pendekatan baru yang lebih efektif dan adaptif.

Meskipun angka kemiskinan di Indonesia telah menunjukkan penurunan signifikan menjadi 8,25 persen per September 2025, capaian ini belum cukup. Penurunan tersebut harus diiringi dengan upaya pemberdayaan yang berkelanjutan. Tanpa pemberdayaan, kemiskinan dapat kembali muncul.

Menko Pemberdayaan Masyarakat juga mengingatkan bahwa Indonesia kerap dilanda berbagai musibah. Bencana alam atau krisis lainnya dapat memicu munculnya kemiskinan baru. Hal ini berpotensi menghambat target penghapusan kemiskinan ekstrem 0 persen pada tahun 2026.

Muhaimin Iskandar menegaskan keyakinannya bahwa dengan berbagai upaya, termasuk Kolaborasi Indonesia Berdaya, kemiskinan tidak boleh lagi menjadi fakta yang terus-menerus. "Kemiskinan tidak boleh menjadi realitas struktural, realitas kultural, realitas warisan dari berbagai pengalaman yang ada," pesannya. Upaya fundamental diperlukan.

Dalam acara peluncuran tersebut, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat bersama sejumlah lembaga filantropi langsung menunjukkan aksi nyata. Mereka membagikan 1.000 bingkisan kepada anak yatim. Inisiatif ini merupakan wujud kepedulian sosial yang konkret.

Selain itu, dibagikan juga 10.000 paket buka puasa sunah kepada masyarakat umum. Pembagian ini bertujuan membantu meringankan beban masyarakat. Kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi antar sesama.

Tidak hanya itu, bantuan pemulihan untuk wilayah Sumatra senilai Rp4,1 miliar turut disalurkan. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan. Khususnya bagi masyarakat yang terdampak musibah di wilayah tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi