Cak Imin Tegaskan PKB Solusi Bangsa, Ajak Kader Serap Ilmu Ulama
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya PKB Solusi Bangsa dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat, sekaligus mengajak kader mendalami warisan keilmuan ulama.
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, memberikan penekanan penting kepada seluruh kadernya. Ia mengingatkan agar PKB senantiasa menjadi solusi bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan. Pesan ini disampaikan saat penutupan acara Serial Kajian Kitab Hasyim Asy’ari di Kantor DPP PKB, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin menegaskan bahwa PKB harus tetap berada pada relnya sebagai kekuatan yang mampu menghadirkan jalan keluar. Hal ini berlaku untuk setiap problem yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen partai untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat.
Acara penutupan kajian kitab yang berlangsung selama bulan Ramadhan ini menjadi momentum bagi Cak Imin untuk menyampaikan arah strategis partai. Ia juga mengajak seluruh kader dan masyarakat luas untuk menyerap warisan keilmuan para ulama Nahdlatul Ulama (NU), khususnya Hasyim Asy’ari. Tujuannya adalah agar membawa keberkahan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menguatkan Peran PKB sebagai Solusi Bangsa
Cak Imin menekankan bahwa peran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai solusi bangsa adalah fundamental dan tidak bisa ditawar. Ia mengajak seluruh elemen partai untuk terus berinovasi dan peka terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, PKB dapat secara efektif menawarkan solusi konkret atas berbagai isu yang ada.
Penegasan ini disampaikan dalam suasana spiritual yang kental, menunjukkan bahwa solusi yang ditawarkan PKB tidak hanya bersifat politis. Namun juga berakar pada nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang kuat. Ini sejalan dengan semangat pendirian partai yang lahir dari rahim NU.
Kader PKB diharapkan mampu menerjemahkan visi ini ke dalam tindakan nyata di lapangan. Mereka harus menjadi garda terdepan dalam mengidentifikasi masalah dan merumuskan kebijakan yang pro-rakyat. Komitmen ini menjadi landasan bagi PKB untuk terus relevan dan dipercaya oleh masyarakat luas.
Meneladani Warisan Keilmuan Hasyim Asy'ari
Selain fokus pada peran politik, Cak Imin juga mengajak seluruh kader untuk mendalami warisan keilmuan para ulama NU, khususnya Hasyim Asy’ari. Kajian kitab yang telah berlangsung selama 14 kali di bulan Ramadhan ini menjadi sarana penting. Tujuannya adalah memperkuat ikatan spiritual dengan para ulama pendiri NU.
Cak Imin mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara kajian tersebut, yang dianggap sebagai berkah. Ia berharap agar semua yang terlibat dapat menjadi "santri Mbah Hasyim" dalam artian mengamalkan ajaran dan pemikiran beliau. Ini merupakan upaya untuk menjaga sanad keilmuan dan spiritualitas yang telah diwariskan.
Tradisi kajian Ramadhan ini dipandang sebagai momentum tahunan yang strategis. Ini adalah sarana untuk mengejar dan menyambung tali spiritual kepada ulama pendiri NU. Cak Imin juga menyampaikan terima kasih kepada para kiai dan nyai yang telah berkontribusi dalam mengkaji kitab tersebut.
Di akhir acara, Cak Imin turut mendoakan agar para ulama senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, serta ilmu yang bermanfaat bagi umat dan bangsa. Doa ini mencerminkan penghormatan mendalam terhadap peran ulama sebagai penerus risalah kenabian. Mereka diharapkan terus membimbing umat dan bangsa ke arah kebaikan.
Sumber: AntaraNews