Cak Imin Sebut Masalah di BGN Berakar dari Krisis Kepemimpinan
Sejumlah permasalahan yang muncul di lembaga tersebut berakar pada krisis kepemimpinan.
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyoroti berbagai persoalan yang terjadi di Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, sejumlah permasalahan yang muncul di lembaga tersebut berakar pada krisis kepemimpinan yang perlu segera dibenahi agar tidak menghambat pelaksanaan program dan kebijakan di sektor gizi nasional.
"Tadi itu karena krisis kepemimpinan, bagi duit gizi saja salah sasaran dan tidak tepat sasaran. Karena apa? Karena kepemimpinan," kata dia dalam kegiatan PKB Jabar Fest dan Inagurasi DPAC di Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, pada Minggu (14/6/2026).
Apabila diserahi tugas untuk memimpin BGN, Cak Imin sesumbar bakal menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi hanya dalam kurun waktu dua hari. Menurut dia, mengurusi BGN merupakan tugas yang mudah.
"Kalau saya diserahin ngurus BGN, dua hari selesai sebetulnya. Urusan gampang. Gampang banget. Matematikanya gampang banget. Ada duit segini, anak usia satu hari sampai 9 tahun wajib menurut Pasal 33 harus mendapatkan asupan gizi yang memadai. Gampang," ucap dia.
Bawahannya Tidak Jalankan Berbagai Program Prabowo
Cak Imin menambahkan, Presiden, Prabowo Subianto, sebenarnya mempunyai keinginan untuk memperbaiki semua masalah yang terjadi di Indonesia. Akan tetapi, para bawahannya acap kali tak menjalankan berbagai program dengan baik. Hal itu akhirnya menimbulkan kekacauan terutama di media sosial.
"Pak Prabowo berorientasi merombak kegagalan. Membuat orientasi baru, tapi di bawahnya belum sepenuhnya berubah. Maka yang terjadi adalah salah paham," ungkap dia.
"Di sini disuruh berubah, di sini berharap berubah yang bawah, yang atas ingin berubah, di tengah belum melakukan perubahan. Ini problemnya, terjadi simpang siur. Cececoet gak karuan di sosial media," lanjut dia.
Menilai Kepemimpinan
Maka dari itu, Cak Imin menilai kepemimpinan yang baik hingga di level bawah begitu diperlukan. Dia meyakini para kader PKB mempunyai syarat untuk menjadi pemimpin yang baik tersebut.
"Kepemimpinan yang baik, orientasi yang bertanggung jawab. Kira-kira ketulusan kepemimpinan, keikhlasan kepemimpinan sekaligus akal sehat. cukup. Dan saya yakin PKB ini lahir dari nilai ajaran pikiran dan akal sehat. Sederhana sekali. Saya tambahi Indonesia akan beres dengan akal sehat, ketulusan pengabdian, dan tangan dingin," kata dia.