Tragis! 8 Karyawan RS Bina Sehat Jember Tewas dalam Kecelakaan Bus di Lereng Bromo
Kecelakaan Bus RSBS Jember di lereng Gunung Bromo menewaskan delapan karyawan. Insiden tragis ini terjadi usai liburan, menyisakan duka mendalam dan pertanyaan tentang penyebabnya.
Delapan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember dilaporkan meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Insiden tragis ini melibatkan rombongan bus di lereng Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Kecelakaan maut tersebut terjadi pada Minggu sore, saat rombongan sedang dalam perjalanan pulang. Mereka baru saja merayakan tasyakuran kelulusan S1 di kawasan wisata Gunung Bromo.
Direktur RS Bina Sehat, Faida, telah mengonfirmasi bahwa korban adalah karyawan rumah sakitnya. Beliau menyatakan bahwa pihaknya segera bergerak cepat untuk mengevakuasi korban luka dan mengidentifikasi jenazah.
Kronologi dan Identifikasi Korban Kecelakaan Bus RSBS Jember
Kecelakaan tragis yang menimpa rombongan karyawan RS Bina Sehat Jember ini terjadi ketika bus sedang dalam perjalanan menurun dari Gunung Bromo. Rombongan tersebut baru saja menyelesaikan kegiatan liburan dan tasyakuran di lokasi wisata populer tersebut. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti dari insiden yang merenggut banyak nyawa ini.
Direktur RS Bina Sehat, Faida, yang juga mantan Bupati Jember, segera menuju lokasi kejadian di Probolinggo. Beliau mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini melibatkan karyawan RSBS yang sedang berlibur. "Mereka infonya turun dari Gunung Bromo setelah tasyakuran kelulusan S1," ujar Faida dalam pesan singkat.
Proses identifikasi korban meninggal dunia sedang berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah M. Saleh Kota Probolinggo. Tujuh jenazah ditemukan di lokasi kejadian, sementara satu korban meninggal di rumah sakit. Identitas beberapa korban telah berhasil diidentifikasi oleh pihak rumah sakit.
Daftar korban meninggal yang berhasil diidentifikasi meliputi Hesty P (ahli gizi RSBS), Arti (perawat HD RSBS), Hendra CS (RSBS beserta istri dan anaknya), dan anak perawat Maria. Namun, satu jenazah di lokasi dan satu jenazah di rumah sakit masih belum diketahui identitasnya. Upaya identifikasi terus dilakukan untuk memastikan semua korban teridentifikasi dengan baik.
Upaya Penanganan dan Evakuasi Korban Luka
Selain korban meninggal, belasan penumpang lainnya juga mengalami luka-luka akibat kecelakaan bus ini. Para korban luka telah dievakuasi dengan sigap ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat di Probolinggo. Mereka mendapatkan penanganan medis intensif untuk memulihkan kondisi kesehatan mereka.
Rumah Sakit dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo dan RS Arrozi Probolinggo menjadi tujuan utama evakuasi korban. Beberapa di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis, membutuhkan perhatian medis segera. Tim medis bekerja keras untuk menyelamatkan nyawa para korban yang terluka parah.
Faida menyatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan 18 ambulans lengkap dengan pengawalan patwal dari Jember. Armada ini bertujuan untuk membantu proses evakuasi dan membawa korban luka-luka kembali ke Jember jika kondisi memungkinkan. Kehadiran Direktur RSBS di Probolinggo menunjukkan keseriusan penanganan insiden ini.
Penanganan pasca-kecelakaan ini menjadi prioritas utama bagi manajemen RS Bina Sehat Jember. Mereka berkoordinasi dengan pihak berwenang dan rumah sakit setempat untuk memastikan semua korban mendapatkan penanganan terbaik. Keluarga korban juga diberikan dukungan penuh dalam menghadapi musibah ini.
Sumber: AntaraNews