Jumlah Santunan Keluarga Korban Kecelakaan Bus RS Bina Sehat di Bromo Sudah Ditentukan, Segini Besarannya
Para ahli waris korban kecelakaan tragis di Bromo menerima santunan dari PT Jasa Raharja.
Ahli waris dari beberapa korban kecelakaan tragis di Bromo menerima santunan dari PT Jasa Raharja. Selain itu, para korban yang mengalami luka juga mendapatkan jaminan biaya perawatan.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menyerahkan santunan tersebut kepada keluarga korban yang meninggal dunia di aula Rumah Sakit Bina Sehat, Kabupaten Jember.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah ini dan memastikan bahwa semua korban akan dijamin oleh Jasa Raharja sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 33 Tahun 1964," ungkap Dewi di RS Bina Sehat Jember, pada hari Senin, 15 September 2025, seperti yang dikutip dari Antara.
Korban yang meninggal dunia akan menerima santunan sebesar Rp 50 juta yang akan diberikan kepada ahli waris yang sah.
Sedangkan untuk korban yang mengalami luka-luka, mereka dijamin biaya perawatan maksimal sebesar Rp 20 juta yang akan dibayarkan langsung ke rumah sakit.
"Dari delapan korban yang meninggal, tujuh di antaranya memiliki ahli waris, sedangkan satu korban bernama Aiza Fahrani Agustin tidak memiliki ahli waris karena kedua orang tuanya juga menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Oleh karena itu, pihak Jasa Raharja memberikan biaya pemakaman sebesar Rp 4 juta," jelasnya.
Dewi juga menambahkan bahwa korban yang mengalami luka-luka akan dijamin biaya perawatan hingga maksimal Rp 20 juta yang akan dibayarkan langsung ke rumah sakit.
Sementara itu, pemilik Rumah Sakit Bina Sehat Jember, dr. Faida, menyampaikan bahwa delapan korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut terdiri dari tiga karyawan rumah sakit dan lima orang anggota keluarga karyawan yang ikut dalam rombongan bus wisata menuju Gunung Bromo.
Delapan korban yang meninggal adalah:
- Bela Puteri Kayila Nurjati (10)
- Hendra Pratama (37)
- Arti Wibowati (34)
- Wardatus Soleha (35)
- Aiza Fahrani Agustin (7)
- Desi Eka Agustini (33)
- Nasha Azkiya Naygara (14)
- Hesti Purba Wredhamaya (39)
Dari delapan korban tersebut, terdapat satu keluarga yang menjadi korban, yaitu Hendra Pratama, seorang cleaning service di RS Bina Sehat, bersama istrinya Wardatus Soleha dan putrinya Aiza Fahrani Agustin.
“Keluarga besar Rumah Sakit Bina Sehat Jember sangat berduka, karena mereka adalah karyawan yang telah mengabdikan ilmu, tenaga, dan jasa kemanusiaan untuk pasien di rumah sakit. Semoga semua korban diberikan tempat yang mulia di sisi-Nya,” tuturnya.
Selain itu, pihak Rumah Sakit Bina Sehat juga memberikan pesangon kepada keluarga korban yang ditinggalkan, diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Kronologi
Suasana Minggu (14/9) pagi di kawasan Bromo awalnya berjalan seperti biasa. Rombongan keluarga tenaga kesehatan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember yang berjumlah puluhan orang baru saja turun dari kawasan wisata.
Bus Hino IND’S 88 bernopol P-7221-UG yang mereka tumpangi melaju di jalur menurun Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
Namun di tikungan tajam yang menurun, petaka datang. Rem bus tiba-tiba tak berfungsi. Sopir kehilangan kendali, laju kendaraan tak bisa dihentikan.
Bus yang berisi 52 penumpang itu oleng ke kanan, menabrak pembatas jalan, dan terus melaju tak terkendali.
Dalam hitungan detik, suara benturan keras terdengar ketika bus menghantam sebuah sepeda motor bernopol N-2856-OE. Sejumlah penumpang disebut-sebut sampai terlempar keluar dari kendaraan.