23 Ambulans Angkut Jenazah dan Korban Luka Kecelakaan Maut Bus Rombongan RSBS Jember
Rombongan karyawan RSBS Jember mengalami Kecelakaan Maut Bromo, menewaskan delapan orang.
Sebanyak 23 ambulans bergerak menuju Jember pada Minggu petang, mengangkut jenazah dan korban luka-luka akibat kecelakaan maut bus pariwisata di Bromo. Insiden tragis ini menimpa rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember saat dalam perjalanan pulang dari Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Delapan orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam peristiwa nahas tersebut.
Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, saat bus IND'S 88 dengan nomor polisi P-7221-UG melaju di jalan menurun dan menikung. Diduga, bus mengalami gagal fungsi rem sehingga tidak dapat dikendalikan dan menabrak pembatas jalan. Rombongan ini terdiri dari 52 penumpang, termasuk karyawan RSBS Jember beserta keluarga mereka yang sedang rekreasi.
Proses evakuasi dan penjemputan korban dipimpin langsung oleh pemilik RSBS Jember, dr. Faida, dari sejumlah rumah sakit di Probolinggo. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh jajaran RSBS Jember, mengingat banyak dari mereka yang berpasangan atau berkeluarga turut menjadi korban.
Proses Evakuasi dan Penanganan Korban
Pemilik RSBS Jember, dr. Faida, memimpin langsung penjemputan jenazah dan korban luka-luka di beberapa rumah sakit di Probolinggo. Rumah sakit tersebut meliputi RSUD Moh Saleh, RSU Ar-Rozy, dan RSUD Tongas. Sebanyak 23 unit ambulans beriringan membawa para korban menuju RSBS Jember untuk penanganan lebih lanjut dan proses pemakaman.
Menurut dr. Faida, semua korban luka ringan yang sebelumnya dirawat di Puskesmas Sukapura dan Puskesmas Wonomerto telah dibawa turun. Mereka diangkut menggunakan Elf dan kendaraan lainnya, menunjukkan koordinasi yang cepat dalam penanganan pasca-kecelakaan. Upaya maksimal dilakukan untuk memastikan semua korban mendapatkan perawatan yang memadai.
Meskipun demikian, ada dua korban luka berat yang tidak dapat langsung dibawa ke RSBS Jember. Kondisi mereka belum stabil sehingga masih harus menjalani perawatan intensif di RSUD Tongas dan RSUD Moh Saleh. Keputusan ini diambil demi memastikan keselamatan dan pemulihan optimal bagi para korban yang mengalami cedera serius.
Duka Mendalam dan Identitas Korban Jiwa
Tragedi Kecelakaan Maut Bromo ini menyisakan duka yang mendalam, terutama bagi keluarga korban. Dr. Faida mengungkapkan rasa terpukulnya, khususnya saat menjemput jenazah Hendra Pratama, seorang petugas kebersihan RSBS, yang meninggal bersama istri dan anaknya. "Kebanyakan mereka yang pergi ke Bromo berpasangan. Mereka ingin rekreasi bersama keluarga, namun musibah terjadi," ujarnya.
Sebanyak delapan korban meninggal dunia dalam kejadian ini, semuanya merupakan warga Kabupaten Jember. Mereka adalah Bela Puteri Kayila Nurjati (10) dari Desa Gebang, Hesti Purba Wredhamaya (39) dari Desa Pancakarya, Hendra Pratama (37) dari Kelurahan Kepatihan, dan Arti Wibowati (34) dari Desa Glundengan. Selain itu, korban lainnya adalah Wardatus Soleha (35) dan Aiza Fahrani Agustin (7) dari Desa Serut, Desi Eka Agustin (33) dari Kecamatan Jenggawah, serta Nasha Azkiya Naygara (14) dari Desa Baratan.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam perjalanan. Banyak keluarga yang kehilangan anggota tercinta dalam sekejap, mengubah niat rekreasi menjadi tragedi yang tak terlupakan. Seluruh jajaran RSBS Jember turut merasakan kehilangan besar ini.
Kronologi dan Dugaan Penyebab Kecelakaan
Kecelakaan maut ini bermula ketika bus IND'S 88 dengan nomor polisi P-7221-UG, yang dikemudikan oleh Al Bahri dengan kernet Mergi, membawa 52 penumpang rombongan RSBS Jember. Bus tersebut berjalan dari arah barat menuju timur, menuruni jalur Bromo. Kondisi jalan yang menurun dan menikung ke kiri menjadi tantangan serius bagi kendaraan.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, bus diduga mengalami gagal fungsi rem. Akibatnya, laju kendaraan tidak dapat dikendalikan dan terus bergerak ke kanan, menabrak pembatas jalan di sisi kanan. Setelah itu, bus juga menabrak sepeda motor dengan nomor polisi N-2856-OE yang berada di jalur tersebut.
Polda Jatim segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah insiden terjadi untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. "Saya lihat di lapangan, bus pariwisata menghantam pagar besi hingga roboh. Polda Jatim sudah langsung olah tempat kejadian saat kami tiba," kata dr. Faida. Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan tragedi Kecelakaan Maut Bromo ini.
Sumber: AntaraNews