Tragedi Bus Wisata di Lereng Gunung Bromo Probolinggo, Hasil Investigasi Ungkap Tak Ada Jejak Pengereman

Bus yang membawa rombongan wisatawan asal Jember mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan pulang dari Gunung Bromo.

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Tragedi Bus Wisata di Lereng Gunung Bromo Probolinggo, Hasil Investigasi Ungkap Tak Ada Jejak Pengereman
Tragedi Bus Wisata di Lereng Gunung Bromo Probolinggo, Hasil Investigasi Ungkap Tak Ada Jejak Pengereman (Merdeka.com)

Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur mengungkap hasil awal analisis kecelakaan bus wisata yang terjadi di Desa Boto, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (14/9) lalu. Insiden tersebut menewaskan delapan orang dan melukai puluhan lainnya.

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi menjelaskan, bus yang membawa rombongan wisatawan asal Jember mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan pulang dari Gunung Bromo.

Dari total penumpang, delapan dinyatakan meninggal dunia, sembilan mengalami luka berat, dan 35 lainnya luka ringan. Sebagian korban telah dipulangkan, sementara yang mengalami luka serius masih dirawat di RS Bina Sehat, Jember.

“Pengemudi bernama Albahri mengalami cedera retak pada tangan kiri dan masih dirawat. Sementara kernet bus, Mergi, selamat dari kejadian tersebut,” ujar Iwan, Selasa (16/9).

Hasil investigasi kecelakaan bus di lereng gunung bromo probolinggo
Hasil investigasi kecelakaan bus di lereng gunung bromo probolinggo merdeka.com

Hasil Investigasi

Hasil Traffic Accident Analysis (TAA) menunjukkan bahwa bus kehilangan kendali saat melaju di jalan menurun dan meluncur sekitar 60 meter sebelum menghantam bagian bawah jalan. Tidak ditemukan bekas pengereman di lokasi kejadian.

“Korban meninggal sebagian besar duduk di sisi kanan bus, dari baris keempat hingga belakang. Ini sesuai dengan kesaksian penumpang yang duduk di bagian depan,” jelasnya.

Kerusakan parah terjadi dari bagian kemudi hingga belakang kendaraan. Kecepatan bus sebelum kecelakaan diperkirakan antara 64 hingga 80 km/jam. Pemeriksaan awal menunjukkan transmisi bus berada di gigi 3 saat kendaraan berhenti.

Kondisi Bus

Dari sisi administratif, bus dinyatakan memenuhi syarat kelayakan jalan. Surat-surat kendaraan dan dokumen pengemudi lengkap, dan hasil pemeriksaan menunjukkan sopir dalam kondisi sehat serta bebas dari pengaruh zat terlarang.

“Ramp check menunjukkan bus layak jalan. Namun kami masih menunggu hasil pemeriksaan teknis dari pihak Hino sebagai produsen untuk memastikan apakah sistem rem berfungsi normal,” tambah Iwan.

Polda Jatim bersama tim TAA Mabes Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melanjutkan investigasi. Dugaan awal mengenai rem blong belum dapat dipastikan hingga hasil teknis keluar.

“Penetapan tersangka akan kami pertimbangkan setelah seluruh data dan keterangan ahli terkumpul. Saat ini, sembilan saksi telah dimintai keterangan, termasuk penumpang dan warga sekitar lokasi,” tutup Iwan.

Rekomendasi