Tragedi Bus Rombongan RSBS di Bromo: Delapan Orang Tewas, Ini Kronologinya
Sebuah bus yang mengangkut 53 penumpang mengalami kecelakaan tragis di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang.
Kabar duka datang dari Jawa Timur, di mana sebuah bus yang mengangkut 53 penumpang mengalami kecelakaan tragis di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada hari Minggu (14/9).
Bus Hino IND'S 88 dengan nomor polisi P 7221 UG itu membawa rombongan keluarga karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember untuk berlibur dan merayakan kelulusan S1 salah satu karyawan di kawasan Gunung Bromo.
Bus tersebut dikemudikan oleh Al Bahri dan dibantu oleh kernet bernama Mergi. Pada awal perjalanan menuju Bromo, tidak ada kendala yang berarti. Bus melaju dengan lancar, mengantarkan penumpang untuk menikmati keindahan alam Bromo di akhir pekan. Namun, insiden tragis terjadi saat perjalanan pulang.
Ketika bus melaju di Jalan Raya Bromo, tiba-tiba rem kendaraan mengalami masalah. Jalan yang dilalui memiliki kemiringan menurun dan berbelok ke kiri. Akibat rem yang tidak berfungsi, bus meluncur ke kanan dan menabrak pembatas jalan sebelah kanan, sebelum akhirnya menabrak sepeda motor dengan nomor polisi N 2856 OE, sekitar pukul 11.45 WIB.
Kecelakaan ini mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, sementara penumpang lainnya mengalami luka berat dan ringan yang memerlukan perawatan di beberapa rumah sakit dan puskesmas. Pemilik RSBS Jember, dr Faida, menjelaskan bahwa jumlah karyawan dan keluarga yang ikut dalam rombongan bus wisata ke Gunung Bromo adalah 53 orang, bukan 52 orang seperti yang diberitakan sebelumnya.
"Sebanyak 24 orang mengalami cedera ringan, terdiri dari 12 karyawan dan 12 anggota keluarga yang hanya menjalani rawat jalan dan mendapatkan obat-obatan, sedangkan 21 orang lainnya mengalami cedera sedang hingga berat," ungkapnya.
Faida juga menambahkan bahwa dari 21 korban yang mengalami cedera sedang hingga berat, sembilan di antaranya harus menjalani operasi. Delapan orang dioperasi karena patah tulang, sementara satu orang lainnya memerlukan operasi bedah saraf akibat cedera kepala yang serius.
Sementara itu, delapan korban yang meninggal dunia telah dimakamkan oleh pihak keluarga di Kabupaten Jember, dan satu korban lainnya dimakamkan di Madiun sesuai permintaan keluarga. Kecelakaan ini menjadi momen duka bagi semua yang terlibat dan menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam berkendara.
Tim gabungan telah dikerahkan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah mengerahkan tim gabungan bersama Polres Probolinggo dan Polda Jatim untuk menyelidiki penyebab dari kecelakaan yang mengakibatkan banyak korban jiwa.
"Kami sudah mampir ke tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan di Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Ada tim dari Korlantas yang akan berkolaborasi dengan Polda Jatim dan Polres Probolinggo," ungkap Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal, seperti yang dilaporkan oleh Antara.
Tim Korlantas dilengkapi dengan peralatan canggih, termasuk Traffic Accident Analyzer (TAA) yang menggunakan teknologi tiga dimensi, radar tiga dimensi, serta drone untuk mendukung proses penyelidikan.
"Hasilnya nanti akan bisa membantu menguatkan bagaimana posisi awal kendaraan, kemudian pada saat kejadian dan pada saat setelah kejadian," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penyelidikan ini diharapkan dapat mengungkap kecepatan kendaraan saat kecelakaan dan menentukan pihak yang paling bertanggung jawab atas insiden tragis yang merenggut nyawa delapan orang tersebut.
Selain itu, pihaknya juga akan meminta keterangan dari para korban yang dapat memberikan kesaksian mengenai kejadian tersebut.
"Kami juga mengapresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu penanganan pasca kecelakaan, termasuk Jasa Raharja dan RSBS Jember," katanya.
Dengan upaya ini, diharapkan penyelidikan dapat berjalan dengan baik dan memberikan kejelasan tentang penyebab kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan nyawa.