Insiden di Selat Bali, Penumpang Jatuh ke Laut Diduga Terpleset
Korban tercebur saat penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Bayuwangi, Jawa Timur.
Seorang penumpang berinsial MA (34) berhasil diselamatkan setelah tercebur di Perairan Selat Bali, pada Senin (20/4).
Korban tercebur saat penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Bayuwangi, Jawa Timur.
"Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.00 WITA, tepatnya sekitar 200 meter dari buoy merah dan kuning, yang merupakan tanda peringatan kedangkalan di Perairan Gilimanuk," kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kompol Arya Agung Arjana Putra, Senin (20/4) siang.
KMP Samudra Utama
Ia menerangkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan penumpang KMP Samudra Utama yang berangkat dari Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang.
Kemudian, saat berada di area buritan kapal, korban diduga terpeleset akibat mengalami pusing hingga terjatuh ke laut. Dalam kondisi terapung, korban berupaya meminta pertolongan dengan melambaikan tangan hingga akhirnya terlihat oleh awak KMP Trisna Dwitya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Mengetahui adanya penumpang jatuh ke laut, nahkoda KMP Trisna Dwitya bersama kru dengan sigap melakukan prosedur penyelamatan dengan melempar pelampung atau lifeboy dan mengevakuasi korban melalui ram door depan kapal. Proses evakuasi juga dilakukan setelah koordinasi dengan otoritas terkait, termasuk Radio Meneng dan Kantor Syahbandar setempat.
Korban Dalam Kondisi Sehat
Selanjutnya, korban dibawa ke Pelabuhan Ketapang danmenuju Kantor PT Sadena untuk dimintai keterangan. Berdasarkan hasil pemantauan, korban dalam kondisi sehat dan selanjutnya direncanakan melanjutkan perjalanan ke wilayah Banyuwangi.
Kompol Arya Agung Arjana mengatakan, bahwa keberhasilan penyelamatan ini merupakan wujud kesiapsiagaan personel serta soliditas antar unsur di wilayah penyeberangan.
"Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan seluruh pengguna jasa penyeberangan, sekaligus menjadi bukti bahwa koordinasi cepat antara awak kapal, otoritas pelabuhan, dan kepolisian mampu menghadirkan respons efektif dalam situasi darurat," ujarnya.
Utamakan Keselamatan
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berada di atas kapal, mematuhi arahan kru, menghindari area berisiko.
"Dan apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan situasi darurat, segera menghubungi layanan Polri 110 yang aktif 24 jam dan dapat diakses secara gratis," ujarnya.