Siap Digelar Agustus 2026, Pagelaran Sabang Merauke Usung Tema “Hikayat Srikandi Nusantara”

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pagelaran kali ini diproyeksikan tampil lebih spektakuler, baik dari sisi artistik maupun jumlah partisipan.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Siap Digelar Agustus 2026, Pagelaran Sabang Merauke Usung Tema “Hikayat Srikandi Nusantara”
Pagelaran Sabang Merauke Usung Tema “Hikayat Srikandi Nusantara” (merdeka.com)

Pada edisi 2026, Pagelaran Sabang Merauke (PSM) akan mengusung tema “Hikayat Srikandi Nusantara”, sebuah konsep yang diharapkan mampu menghadirkan kekuatan narasi perempuan dalam balutan kekayaan budaya Indonesia. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pagelaran kali ini diproyeksikan tampil lebih spektakuler, baik dari sisi artistik maupun jumlah partisipan.

Lebih dari sekadar hiburan, target utama dari penyelenggaraan tahun ini adalah meningkatkan keterlibatan aktif generasi muda dalam melestarikan warisan budaya leluhur. PSM ingin menjadi ruang di mana identitas bangsa dirayakan sekaligus diwariskan.

President Director & CEO iForte & Protelindo Group, Aming Santoso, mengungkapkan bahwa persiapan menuju rangkaian “Road to Pagelaran Sabang Merauke” telah dilakukan secara matang.

Ia menyoroti pentingnya memperkuat fondasi budaya bagi generasi Z dan milenial di tengah derasnya arus informasi global di era digital.

"Kita mengharapkan mereka, karena di jaman digital ini kan informasi dari luar kan bebas masuk. Kita berharap agar fondasi mereka itu kuat, berupa mereka cinta dengan budaya mereka sendiri, budaya Indonesia. Jadi, mereka tidak akan terpengaruh negatif dari luar karena jaman digital ini," kata Aming Santoso kepada wartawan di Main Atrium, Grand Indonesia East Mall, Jakarta, Jumat (24/4).

Menurutnya, antusiasme generasi muda sudah terlihat sejak tahap semifinal regional di berbagai kota. Banyak peserta, termasuk dari daerah terpencil, rela berlatih selama berbulan-bulan demi bisa tampil dalam ajang tersebut.

Pagelaran ini tidak hanya bisa dinikmati secara langsung melalui pembelian tiket, tetapi juga dapat disaksikan secara gratis melalui kanal YouTube resmi. Langkah ini menjadi upaya untuk memperluas jangkauan penonton, termasuk mereka yang tidak dapat hadir secara fisik.

Tak berhenti di tingkat nasional, PSM kini mulai menatap panggung internasional. Dorongan dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, agar PSM mampu “Go International” disambut sebagai peluang besar.

"Tentu ini merupakan suatu tantangan ya. Tentunya nanti kita harus membuat format yang berbeda untuk go internasional," imbuh Aming menanggapi tantangan tersebut.

Director of Pagelaran Sabang Merauke, Rusmedie Agus, menegaskan bahwa tim kreatif telah bekerja jauh hari, bahkan sejak berakhirnya gelaran tahun 2021. Untuk edisi 2026, berbagai kejutan telah disiapkan, mulai dari penambahan jumlah penari hingga pencarian ikon baru pertunjukan.

"Konsep di tahun ini kita akan ada surprise-surprise banyak, elemen-elemen, baik dari elemen pemanggungannya, elemen koreografinya, kemudian musiknya, dan tata artis di panggungnya. Saya yakinkan. Tapi sedikitnya saya yakinkan bahwa kita akan memberikan konsep baru pada penonton," tegas Rusmedie.

Ia menekankan bahwa PSM bukan sekadar pertunjukan, melainkan sebuah gerakan kebudayaan yang konsisten dan berkelanjutan. Dengan pendekatan modern, budaya Indonesia diyakini memiliki daya tarik besar, terutama bagi generasi muda.

"Semakin kita memperkuat kebudayaan kita, semakin kita mengenal jati diri kita sebagai anak bangsa, dan anak-anak muda, keren-keren. Kebudayaan Indonesia itu keren. Keren guys," ujarnya.

"Kalian lihat, tahun kemarin, Pagelaran Sabang Merauke 30 ribu penonton, dan diantara 30 ribu penontonnya dinominasi oleh anak-anak muda yang mencintai kebudayaan," pungkasnya.

Dalam rangkaian persiapan tersebut, sejumlah tokoh turut hadir memberikan dukungan, di antaranya Vice President Director & Deputy iForte Silvi Liswanda, koreografer Sandhidea Cahyo, penyanyi Raisa Andriana yang menjadi juri audisi PSM 2026, serta Yura Yunita yang membawakan lagu “Inspirasi Diri”.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa PSM terus mendapatkan dukungan luas dari berbagai kalangan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu panggung budaya terbesar di Indonesia.

Rekomendasi