Mendukung Kinerja, Satpol PP DKI Harapkan Markas Komando dan Fasilitas Istirahat Memadai

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menyuarakan urgensi kepemilikan Markas Komando (Mako) Satpol PP DKI dan fasilitas istirahat yang layak demi menunjang kinerja ribuan personelnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mendukung Kinerja, Satpol PP DKI Harapkan Markas Komando dan Fasilitas Istirahat Memadai
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menyuarakan urgensi kepemilikan Markas Komando (Mako) Satpol PP DKI dan fasilitas istirahat yang layak demi menunjang kinerja ribuan personelnya. (AntaraNews)

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menyuarakan harapannya agar jajaran Satpol PP DKI Jakarta dapat segera memiliki kantor sendiri yang representatif, atau yang disebut juga Markas Komando (Mako). Kantor ini dinilai krusial untuk menunjang kinerja dan meningkatkan kenyamanan kerja para personel di lapangan, yang jumlahnya mencapai ribuan.

Saat ini, operasional Satpol PP DKI Jakarta masih menumpang di Balai Kota, tepatnya di Blok H lantai 16, yang menyulitkan dalam menerima kunjungan dari wilayah atau daerah lain serta koordinasi internal.

Ketersediaan Markas Komando Satpol PP DKI yang mandiri sangatlah penting, mengingat status Jakarta sebagai kota global yang dinamis. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, juga menegaskan bahwa Mako ini diperlukan untuk mendukung Jakarta menuju kota global dunia.

Satriadi Gunawan menegaskan bahwa keberadaan Markas Komando (Mako) Satpol PP DKI yang mandiri adalah kebutuhan mendesak. Mako ini tidak hanya berkaitan dengan citra institusi sebagai penegak peraturan daerah, tetapi juga efektivitas pengawasan kinerja personel dan sebagai pusat kendali.

Dengan jumlah personel mencapai 5.000 orang, monitoring dan koordinasi menjadi tantangan tersendiri tanpa fasilitas yang memadai. Sebuah Mako Satpol PP DKI yang terpusat akan mempermudah kontrol terhadap seluruh anggota, operasional lapangan, serta berfungsi sebagai pusat pemantauan CCTV.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, telah meninjau langsung kebutuhan ini dan menyatakan dukungan penuh. Rencana pembangunan Mako ini sebelumnya sempat tertunda akibat efisiensi anggaran, namun kini akan kembali diprioritaskan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Lahan untuk pembangunan Mako Satpol PP DKI sendiri sudah tersedia di kawasan Cempaka Putih. Kepemilikan gedung sendiri diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih optimal untuk operasional harian, termasuk ruang rapat strategis, pusat komando, dan area administrasi yang efisien.

Selain kebutuhan akan Markas Komando Satpol PP DKI yang representatif, Satriadi juga menyoroti minimnya fasilitas istirahat bagi personel. Kondisi ini menyebabkan banyak anggota terpaksa beristirahat di mushala atau bahkan lorong kantor karena tidak ada ruang istirahat yang layak dan memadai.

Padahal, stamina merupakan faktor krusial bagi anggota Satpol PP yang bertugas di lapangan setiap hari, seringkali hingga 36 jam. Beban kerja yang berat dan kurangnya fasilitas pendukung ini bahkan berdampak pada tingginya angka kematian personel, dengan 35 hingga 42 anggota meninggal dunia per tahunnya.

Ketersediaan tempat istirahat yang memadai akan sangat mendukung pemulihan energi personel setelah menjalankan tugas berat. Hal ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas kinerja mereka dalam menjaga ketertiban umum dan menegakkan peraturan daerah di ibu kota.

Harapan besar agar ke depan, para anggota Satpol PP dapat memiliki fasilitas istirahat yang layak dan nyaman. Ini penting untuk memastikan mereka selalu dalam kondisi terbaik saat menjalankan tugas mulia, demi pelayanan publik yang optimal dan menjaga kesehatan personel.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi