Unej Pastikan Layanan Prima bagi Peserta Difabel dalam UTBK SNBT 2026
Universitas Jember (Unej) menunjukkan komitmen kuat dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2026, termasuk menyediakan fasilitas khusus bagi peserta difabel demi kelancaran dan kenyamanan ujian.
Universitas Jember (Unej) mengambil langkah proaktif dengan menempatkan tiga peserta difabel untuk mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) kampus setempat. Penempatan strategis ini bertujuan untuk memastikan dukungan dan fasilitas yang memadai bagi para peserta berkebutuhan khusus.
Keputusan menempatkan peserta difabel di Gedung LPMPP bukan tanpa alasan. Gedung tersebut dilengkapi dengan Pusat Layanan Konseling dan Difabel yang siap memberikan bantuan kapan saja diperlukan. Ketua Pusat UTBK Unej yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Slamin, menegaskan bahwa kesiapan layanan ini menjadi prioritas utama Unej.
Secara keseluruhan, sebanyak 13.311 peserta dijadwalkan mengikuti UTBK SNBT di Universitas Jember, yang akan berlangsung dari tanggal 21 hingga 30 April 2026. Panitia telah menyiapkan 955 unit komputer yang tersebar di 31 ruangan pada 20 lokasi berbeda di lingkungan kampus Unej.
Fasilitas dan Dukungan Khusus Peserta Difabel UTBK SNBT Unej
Meskipun ketiga peserta difabel UTBK SNBT Unej tidak memerlukan fasilitas tambahan secara khusus saat ini, Unej tetap siaga dengan Pusat Layanan Konseling dan Difabel di LPMPP. Petugas layanan siap membantu apabila sewaktu-waktu ada kebutuhan mendesak yang muncul selama pelaksanaan ujian. Komitmen ini menunjukkan upaya Unej untuk menciptakan lingkungan ujian yang inklusif dan suportif bagi semua peserta.
Prof. Slamin juga menambahkan bahwa bagi peserta lain yang mungkin membutuhkan fasilitas tambahan karena kondisi tertentu, Unej membuka pintu komunikasi melalui Humas Unej. Pihak panitia akan berusaha semaksimal mungkin untuk melayani kebutuhan tersebut dengan baik, memastikan tidak ada hambatan berarti bagi peserta dalam mengikuti UTBK SNBT 2026.
Langkah ini sejalan dengan visi Unej untuk memberikan pelayanan prima kepada seluruh calon mahasiswa. Ketersediaan dukungan khusus ini menjadi salah satu bentuk perhatian Unej terhadap keberagaman peserta UTBK SNBT.
Kesiapan Menyeluruh Unej Gelar UTBK SNBT 2026
Universitas Jember telah melakukan persiapan matang untuk menyelenggarakan UTBK SNBT 2026. Rapat koordinasi intensif telah dilaksanakan dengan seluruh koordinator UTBK SNBT, diikuti dengan pengarahan kepada Penanggung Jawab Lokasi (PJL) dan seluruh pengawas. Ini dilakukan untuk memastikan setiap detail pelaksanaan berjalan sesuai standar operasional.
Total 280 PJL akan memimpin 716 pengawas, didukung oleh 49 teknisi TIK, untuk mengawal jalannya ujian. Dengan jumlah peserta mencapai 13.311 orang, panitia memproyeksikan seluruh rangkaian UTBK SNBT 2026 di kampus Unej dapat diselesaikan pada tanggal 27 April 2026.
Demi kelancaran pelaksanaan, panitia juga telah berkoordinasi dengan berbagai instansi eksternal. Perusahaan Listrik Negara (PLN) dilibatkan untuk menjamin pasokan listrik yang stabil, sementara Polres Jember berkoordinasi untuk aspek keamanan dan kelancaran lalu lintas di sekitar area kampus. Bahkan, Unej menyediakan mobil antar jemput dari gerbang kampus ke lokasi UTBK bagi peserta yang tidak membawa kendaraan pribadi.
Komitmen Anti Kecurangan dan Layanan Prima UTBK SNBT Unej
Unej menegaskan komitmennya untuk menggelar UTBK SNBT 2026 dengan integritas tinggi. Prof. Slamin menyatakan bahwa panitia tidak akan menolerir setiap tindakan kecurangan. Oleh karena itu, semua PJL dan pengawas diwajibkan untuk mengikuti Prosedur Operasional Baku (POB) yang telah ditetapkan secara ketat.
Setiap PJL memiliki tanggung jawab untuk memastikan tata laksana ujian berjalan baik dan memberikan layanan prima kepada peserta. Aturan wajib hadir dalam pengarahan bagi PJL dan pengawas diberlakukan, dengan konsekuensi pencoretan bagi yang absen tanpa alasan jelas. Pengawas juga ditekankan untuk tidak hanya sekadar menunggu, tetapi aktif melakukan pengawasan dan peka terhadap potensi kecurangan, termasuk larangan membawa ponsel di ruang UTBK.
Langkah-langkah tegas ini diambil untuk menjaga kredibilitas hasil UTBK SNBT Unej dan memberikan keadilan bagi seluruh peserta. Unej bertekad menyelenggarakan ujian yang transparan, jujur, dan akuntabel.
Sumber: AntaraNews